Archive for July, 2007




Hentikan Kekerasan pada Anak !

” Dzaki…..kamu ini sudah besar kenapa masih saja nakal dan kolokan….kamu harus bisa makan sendiri…” suara Ibu Dzaki berteriak, sambil tangannya aktif mencubit cubit paha Dzaki…si Dzaki bukannya diem dari tangisnya…malah kenceng suara tangisnya karena kesakitan dicubit

Hiks….saya mendengarnya pengin nangis…pengin rasanya bilang pada Ibu Dzaki..bu tolong jangan dicubit Dzaki..kasihan….cuman saya ngga ada keberanian campur tangan dalam hal ini…khawatir dibilang sok tahu…karena baru kemarin kasus orangtua yang marah-marah ke saya gara-gara saya ingatkan untuk mengurangi tontonan TV karena anaknya mulai mengikuti permainan smack down…Otak saya berputar bagaimana menghentikan kekerasan itu…..akhirnya saya putuskan untuk mencoba melewati rumah tetangga dengan memutar jalan supaya tidak ketahuan kalo saya memang sengaja ke rumahnya…dan berpura-pura menyapa…berharap sapaan saya mampu mengalihkan perhatian Ibunya….Alhamdulillah…kali ini tepat usaha saya ngga sia-sia…

Sering kejadian seperti ini terjadi….kita memperlakukan seorang anak ibarat radio rusak…(Maaf saya pinjem istilah ayah edi…) Radio rusak biasanya dipukul-pukul saat ada masalah,nah hasilnya kadang bener atau kadang malah rusak…tapi lambat laun karena sering dipukul ya tentunya makin parah rusaknya.

Orangtua masih ada yang belum menyadari hal ini…masih ada aja yang bersifat keras kepada anak..apalagi saat capek pulang kerja…anak rewel dan sebagainya.

Klo kita mau jujur..sebenarnya pola perbuatan anak…sifat dan akhlaqnya…itu cermin dari orangtuanya…bagaimana kita mendidik dan memperlakukan anak akan menjadi potret bagi anak, kalo kita tidak pernah mengajarkan anak mandiri dan makan sendiri jangan berharap anak bisa makan sendiri….tanyakan alasan kenapa anak minta disuapin…bisa jadi karena kangen sama Ibunya…atau memang lagi ngga enak badan. Demikian pula saat anak melanggar perintah kita…misalnya ngga mau sholat…jangan langsung marah kepada anak dengan memukulnya dengan kata-kata dan perbuatan kita….coba tanyakan lagi pada diri sendiri…sudahkah kita memberi contoh yang baik? sudahkah kita mengajarkan sholat….?

Bisa jadi kalo kita sering memukul anak, membentak dan melakukan kekerasan lainnya hal tersebut akan ditiru oleh anak dan hal itu akan dilakukan pada temannya bahkan pada kita, karena anak adalah peniru yang baik.

Anak adalah amanah yang begitu besar dari Alloh SWT…ngga semua orang dikaruniai amanah ini…so…mesti kita jaga baik-baik…jangan sampai amanah ini kita sia-siakan…STOP KEKERASAN pada ANAK mulai SEKARANG !

Add comment July 31, 2007

Mana yang lebih penting “tul menul atau yang lain”?

Dua minggu sekolah baru sudah berjalan….banyak pro dan kontra yang saya terima…masih banyak orangtua yang tidak mengerti dan memahami konsep pendidikan karakter yg memang mengedepankan akhlaq…Hal ini terbukti dari isian questioner yang ditulis orangtua murid…85% mereka meminta anaknya diajarkan baca tulis….walopun itu siswa Play Group. Awalnya saya ragu dengan statistik tersebut, namun setelah saya periksa satu persatu ternyata benar. Hampir semua orang tua di sekolah tujuan memasukkan anaknya ke TK hanya ingin anaknya ingin belajar “tul menul dan calistung”(red. tulis menulis dan bacatulis hitung)…alasan mereka cukup logis bahwa saat anak-anak yang masuk SD harus sudah baca baca tulis hitung, sehingga hal ini menjadi target bagi orang tua.

Memang revolusi pendidikan dinegeri ini cukup cepat perubahannya. Saya inget jaman saya SD dulu…saya baru belajar menulis saat kelas satu..saya nggak pernah belajar tul menul saat TK….Tapi berbeda dengan sekarang, tahun kemarin teman saya mengeluh karena anaknya ngga diterima di suatu sekolah kenamaan karena belum bisa baca tulis…

Ironis memang dengan penelitian di berbagai negara dan konsep pendidikan multiple intelegence…atau konsep pendidikan holistic…tapi itu adalah sebuah kenyataan..hampir seluruh output dari TK harus sudah bisa calistung. Penghargaan terhadap anakpun berbeda…orangtua hanya menghargai anaknya yang jadi juara kelas…dan kurang menghargai si anak yang memiliki kecerdasan sedang namun tidak pernah absen dalam sholat.

Saya pribadi hanyalah seorang pembelajar yang kebetulan diamanahi mengelola sebuah TK… diawal perjalannya pun sudah mendapat banyak tantangan untuk menanamkan konsep pembelajaran yang berbasis kecerdasan majemuk/multiple intelegence dan holistic ini…namun saya sangat yakin…suatu saat akan ada hasil yang bisa diperoleh..sudah terbukti beberapa orangtua yang mengakui adanya perubahan akhlaq pada anaknya walopun baru dua minggu belajar di tempat kami.

Memang perjuangan tak boleh pernah berhenti untuk hal yang satu ini…orangtua harus dikasih pengertian dan pembelajaran supaya paham konsep-konsep pembelajaran yang diajarkan di sekolah. Para pendidik harus proaktif dan juga terus menerus belajar…bukan hanya mengikuti proses pembelajaran yang secara turun temurun…sudah selayaknya kita menengok pada negara-negara lain…seperti Singapura..Malaysia…dll.

Memang calistung perlu diajarkan juga pada anak…tapi jangan sampai kita melupakan basis dari konsep pendidikan anak itu sendiri…apalagi jika tidak diimbangi dengan pengembangan kecerdasan yang lain…misalnya spiritual…bisa jadi  nanti hanya cerdas secara IQ tapi sering berbuat curang..menipu dan bahkan jadi koruptor karena tidak dilandasi oleh spiritual yang kuat…contoh nyata pun sudah banyak di negeri ini…So sudah saatnya kita mulai merubah paradigma ini perlahan dan bersama…Salut dengan jejak Ibu Megawangi, Ibu Emmy, Ibu Irawati..Ayah Edi…dan lain-lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu…mudah-mudahan apa yang telah dikerjakan akan mendapatkan hasil maksimal…

2 comments July 31, 2007

Tiada hari tanpa bersyukur…

Kalopun saya menulis ini bukan berarti saya ingin riya’ atau pamer…tapi saya ingin tunjukkan bahwa kebenaran janji Alloh sudah banyak kami rasakan…mudah2an bisa mempertebal keimanan dan keyakinan kita….

Hari itu…saya baru saja belanja di Makro Meruya…sekalian lewat pulang kerja…kebetulan memang hari itu jadwal belanja…mobil sdh hampir penuh dengan belanjaan yang tadi siang diambil…seperti biasa..sampe rumah asisten di rumah menurunkan barang dan masuk gudang, cukup banyak barang di bagasi belakang karena siang tadi juga habis ambil pesanan.

Saya sudah percaya kepada asisten saya terhadap pengecekan barang-barang…jadi seperti biasa saya langsung asyik dengan Icha…

Dua hari berlalu…asisten saya tanya…Bu…kok gak belanja khan mo kirim barang?

Saya balik tanya…loh khan kemarin sudah belanja? Dia bilang ngga ada belanjaan satupun…Loh..loh…barang saya kemana? Saya masuk gudang dan memang tak ada barang yg saya beli…saya crosscheck balik…asisten bilang tidak ada barang yg saya maksud yang diturunkan dari mobil…sedangkan suami bilang semua barang sudah dibawa…

Wah…bisa2 belanjaan saya sekian juta hilang….bener..ternyata saya dan suami salah paham..barang yang dimasukkan belum semuanya…baru satu orang kuli pasar yang menyerahkan barang….masih dibawa kuli di pasar…

Saya punya kebiasaan belanja by phone ke toko langganan saya sehingga pas jam istirahat saya tinggal ambil belanjaan dan bayar cash….Pada siang yang ama belanja ke Makro itulah saya belanja di tempat lain juga….

Hmm…malam terasa panjang menunggu pagi…ingin segera nelpon toko tempat saya belanja…barangkali kulinya baik hati dan barangnya dibawa balik atau dititipin ke toko langganan saya…

Hari sabtu jam 9…saya telpon ke toko langganan saya….tapi bukan berita baik yg saya terima…Cicik yg punya toko malah marah-marah ke saya…hiks…. ya sudahlah…barangkali saya kurang bersyukur…kurang berinfaq…jadi Alloh menegur saya dengan cara ini… Tapi ngga tahu kenapa saya masih penasaran dan ingin telpon lagi…kali ini Engkoh yang terima…Engkoh malah ngetawain saya…dan alhamdulillah semua barang saya lengkap masih ada….saya diminta ambil pagi itu juga….selamatlah 3 juta yang sudah nyaris hilang….

Ya Alloh…terimakasih atas segala kemurahanMu…ini adalah reminder yang sangat baik kepadaku dan keluarga agar senantiasa bersyukur….

Add comment July 24, 2007

Cinta bukan berarti memberi segalanya…

Malam jumat minggu ketiga adalah giliran saya memimpin kajian Ibu-Ibu di komplek. Hari itu seperti biasa Icha mau ikut, dan sebelum berangkat pun terjadi kesepakatan bahwa Icha akan mengikuti saya dan tidak rewel termasuk tidak jajan makanan yang tidak sehat, saya dan Icha sudah menyetujui dan kami berangkat. Saya tahu godaan bagi Icha akan sangat berat di tempat pengajian nanti, teman-teman seusianya yang sering berlari-larian saat Ibu-Ibu membaca Al Qur’an, sedangkan Icha harus belajar mengikuti saya, dan juga jajanan ber aneka ragam yang mengandung MSG yang mereka bawa…sedangkan Icha cukup berbekal buah potong dan susu kotak yang sudah saya siapkan. Saya sangat paham pasti ada keinginan dalam hati anak saya untuk mengikuti teman-temannya….dan juga turut makan jajanan yang tidak sehat itu. Namun saya punya pendirian, bahwa disiplin harus saya tegakkan, satu kali saya melanggar kesepakatan, maka anak saya tidak akan percaya lagi kepada saya.

Alhamdulillah semua berjalan lancar sampai acara selesai, dan Icha pun memenuhi kesepakatan. Tapiiii……acara sudah selesai dan suami belum ngejemput….saya dan Icha nunggu di luar rumah, karena ga enak sudah pamitan, kebetulan banget sekalian say hello sama Ibu-ibu yang lain, karena sudah sebulan kemarin absen…seorang Ibu yang rumahnya tidak jauh kebetulan menyapa dan menawarkan mampir untuk membeli jajanan di rumahnya…he he he konon Ibu ini berjualan berbagai macam makanan…yang beberapa mengandung pengawet dan MSG. Mulailah Ichaku sayang berbisik…”bunda…Icha pengin Taro…tolong belikan ya….” Karena dia berbisik saya juga ganti membisikkan di kupingnya…” Icha…bukankah Taro makanan tidak sehat?”…Icha pun mengiyakan sambil senyum….lega rasanya…anak saya ngerti dengan konsep makanan tidak sehat. Saya berharap suami segera datang supaya anak saya tidak tersiksa dengan keinginannya terhadap “Taro”. Eh…malah si Ibu menawarkan….” ayo icha mau apa….mie kremes…taro….atau yang lain…” Hiks….gubrak deh…Icha pun tergoda lagi….dan mulai merengek….si Ibu kembali beraksi…” udah Bu ambil aja dulu klo ga abawa uang besok juga gpp….” Waks…ini bukan masalah bawa uang atau tidak…saya sih bawa klo uang buat beli Taro…tapi komitmen saya dalam mendidik anak….

Tepat pas suami datang menjemput Icha pun makin merengek dan nangis…beberapa Ibu yang masih disitu mulai menyalahkan saya dan saya mendengarnya…berbagai kata terlontar…”tega amat ya bu sulis….anaknya sampe mo nangis gitu…” ada yang bilang…. “ya ampun…minta Taro aja ga dikasih..pelit amat…” Saya cuek aja dan berpamitan…

Saya gendong Icha yang masih merengek masuk mobil…di dalam mobil malah jadi nangis…tapi saya minta suami terus jalan pulang….sampe di rumah dia diam dan ganti saya katakan sesuatu…”Icha sayang….Bunda sangat sayang dan mencintai Icha…Bunda tahu Icha kepengin Taro…tapi bukankah Icha sudah tahu kalo Taro makanan tidak sehat..?”…Sambil terisak dia jawab….”Iya Bunda…Icha tahu..tapi temen-temen Icha pada beli semua…jadinya aku pengin” Kembali saya hibur…”mungkin temen-temen Icha belum tahu klo Taro itu ngga sehat…. jadi mereka pada makan”….Masih Icha Icha menangis namun kali ini dia memeluk saya …lalu dia minta dibikinin jeruk baby peras kesukaannya…selesai minum saya melihat masih ada kesedihan terpancar dimukanya… Saya bawa Icha ketempat tidur dan saya bacakan buku cerita…Kali ini dia mulai asyik memperhatikan cerita dan mulai tersenyum…kesedihannya sudah hilang…kami bercanda-canda membahas cerita tersebut…akhirnya dia pun mulai mengantuk..berdoa dan bobo…

Saya cium kening Icha…saya ucapkan doa dan kata-kata cinta…

2 comments July 24, 2007

Prakata di Rumah Baru..

Alhamdulillah masih dikasih kesempatan nulis di rumah baru ini…

Sengaja rumah baru ini ditulis untuk para Bunda…karena para Bunda yang begitu istimewa…

Mudah-mudahan bisa menjadi ajang pembelajaran bagi kita semua dan terutama diri saya pribadi.

Hmm…klo ada yang mo sumbang sih ide dan gagasan boleh loh….sangat terbuka dan diterima dengan senang….just email aja ke sulisty@gmail.com

Add comment July 23, 2007

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

July 2007
M T W T F S S
    Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Posts by Month

Posts by Category