Archive for August, 2007
Anak yang lebih besar selalu salah…
Sering dalam mendidik putra putri nya orang tua mengalami kesalahan….salah satunya meminta anak yang lebih besar untuk mengalah…
Contoh nyatanya misalnya Desi dan Deni…
Desi berusia 6 tahun dan Deni berusia 3 tahun….saat keduanya bermain bersama dan terjadi perselisihan…kita bilang gini…”Desi…kamu khan sudah besar…ayo jangan nakal…ngalah ama adik ya…”
Tanpa kita sadari kita telah berbuat salah pada putra putri kita, Desi akan merasa tidak percaya diri karena harus selalu mengalah…dan pada dirinyapun akan tumbuh sikap dendam dan benci pada adiknya…”awas ya…kalo Mama ngga ada kamu pasti akan kukalahkan…”
Dan si kecil Deni merasa diatas angin akhirnya menjadi anak yang besar kepala dan tidak mau mengalah…dia akan merasa dirinya selalu benar.
Belajar dari sini sebaiknya orangtua menempatkan kondisi yang sebenarnya, apa yang salah dikatakan salah dan apa yang benar dikatakan benar…walopun usia masih kecil tetap kita mengajarkan disiplin dan bertanggung jawab.
1 comment August 29, 2007
Sukses itu mudah….
Kemarin saya ketemu seorang teman, setiap kali ketemu, saya merasa energi negatif selalu aja dia bawa….kali ini keluhannya lain lagi…dia membandingkan kondisinya dengan orang lain..melihat orang lain sukses…dan bingung dia harus gimana…
Jawaban saya cuman singkat…”sukses itu mudah”…dia terbengong-bengong lagi….
Nggak percaya kayaknya dengan kata-kata saya…makanya saya ulangi lagi..”bener…sukses itu mudah”
Sukses itu gampang banget kalo kita sudah punya kapasitas pribadi untuk menjadi sukses, kalo masih sering mengeluh itu jelas saja bukan kapasitas pribadi sukses.
Salah satu kapasitas pribadi sukses adalah take action dan kuat dalam segala situasi, artinya kalo mau sukses ya mesti action dong….apa dream kita…apa tujuan kita…klo ngga mau action tetep aja ngga akan terwujud….
Nah…kenapa harus kuat dalam menghadapi segala situasi…karena kalo sudah take action pasti akan ada resiko yang wajib dihadapi…resiko pertama berhasil dan sukses…resiko kedua gagal….resiko ketiga…berjalan di tempat….kalo nggak kuat bisa jadi stress…kalo udah stress malah mahal biayanya….sayang duitnya…mendingan buat modal aja daripada buat ke psikiater….he he he…
Gampang aja khan….masih bingung bagaimana sukses?
2 comments August 29, 2007
Metode Cerdas menjadikan anak cerdas
Tulisan saya pindahkan ke dalam format PDF supaya lebih mudah dibaca, silakan klik disini metode-cerdas-menjadikan-anak-cerdas.pdf
Add comment August 28, 2007
15 cara mendidik anak mengerti keuangan
Disadari atau tidak uang mempengaruhi seseorang dalam pengambilan keputusan. Pendidikan, motivasi dan dukungan terhadap anak untuk dapat menjadi penabung dan investor yang baik akan mempengaruhi untuk dapat menabung dan menghemat uang yang diterimanya. Kebiasaan ini akan mempengaruhi sikap anak di masa depannya. Dalam tulisannya di famili education Paul Richard menyebutkan setidaknya ada 15 cara yang bisa dipakai oleh orangtua dalam mengajarkan masalah finansial kepada anak. Namun disini sedikit banyak sudah saya modifikasi dengan pendapat saya sesuai dengan pengelolaan keuangan secara Islami yang tidak mengenal riba.
- Kenalkan anak terhadap uang sejak dini, misalnya mulai usia 3 atau 4 tahun.Jelaskan dengan informasi yang dapat diterima dan sesuai logika anak, paling tidak mengajarkan anak mengetahui nilai uang di usia ini.
- Observasi dan pengulangan adalah hal yang baik bagi anak untuk belajar. Komunikasikan kepada anak, sesuai usia pertumbuhannya tentang nilai uang, bagaimana menyimpannya, bagaimana membelanjakan dan bagaimana uang bisa bertumbuh.
- Bantu anak belajar perbedaan antara kebutuhan dan keingingan. Pelajaran ini akan mendidik anak menjadi seorang yang pandai mengatur pengeluaran di masa mendatang. Ini bisa diajarkan pada anak yang telah mengerti keuangan. Misalnya mulai usia kelas 4 atau 5 SD.
- Menentukan tujuan merupakan fundamental untuk mempelajari keuangan.
Jarang seseorang yang menentukan menetapkan dan menulis tujuan. Nggak perlu jauh-jauh, saat membelikan mainan buat anak, pasti jarang orang tua yang membuat tujuan pembelian mainan tersebut. Penentuan tujuan ini sebenarnya akan mendidik anak bertanggung jawab. - Kenalkan anak nilai pengeluaran uang dan menabung.Jelaskan kepada anak bagaimana konsep menabung dan keuntungannya. Misalnya menabung dapat memenuhi keinginan anak dengan uang sendiri tanpa harus meminta kepada orang tua. Pengenalan ini tentunya menggunakan bahasa anak-anak yang mudah dimengerti sesuai usia mereka.
- Saat memberikan anak uang, ajarkan mereka untuk menabung sebagian. Misalnya saat kita memberi 10.000 ajarkan anak menabung terlebih dahulu sebanyak rp. 2000 sebelum anak membelanjakan uang tersebut. Kegiatan ini akan menjadi kebiasaan positif yang bisa dilakukan anak hingga dewasa kelak.
- Perkenalkan anak dengan bank Syariah dan ajak untuk membuka rekening. Berikan pengertian kepada anak bahwa menabung secara teratur akan menjadi kebiasaan yang baik, yang mengantarkan kepada kesuksesan di masa depan
- Ajarkan anak membuat catatan keuangan, berapa yang dibelanjakan, di tabung dan bahkan diinvestasikan jika anak sudah mengenal investasi. Usia SMA anak bisa mulai diajarkan tentang investasi supaya bisa jadi lahan untuk belajar sejak dini.
- Gunakan acara berbelanja bersama anak sebagai ajang bagi anak untuk belajar mengerti dan memahami nilai uang. Jangan ragu mendidik anak Anda dengan cara mengajaknya saat Anda pergi berbelanja ke toko grosir atau pusat perbelanjaan. Dengan membandingkan beberapa harga di toko grosir dan tempat perbelanjaan biasa Anda bisa mengajarkan kepada anak bahwa belanja di toko grosir dapat sedikit lebih berhemat dibanding toko biasa.
- Ajak anak untuk cermat dalam mengeluarkan uang. Kaya atau miskin mereka pasti akan mengeluarkan uang dalam kehidupan sehari hari. Ajarkan anak mengetahui mana yang seharusnya dipilih untuk dibeli dan mana yang tidak. Atur berdasarkan secara skala prioritas. Mungkin anak-anak belum mengerti skala prioritas tapi Anda harus mengajarkan sesuai dengan usia anak. Misalnya membeli buku bacaan dengan tabungan lebih baik dibanding membeli mainan yang sudah dimilikinya.
- Tunjukkan anak bagaimana menilai iklan produk yang ada di radio, tv atau media lainnya. Ajarkan bahwa ngga semua produk yang masuk iklan itu semuanya bagus, sehingga anak-anak belajar memilih, tidak sekedar membelanjakan uangnya mengikuti iklan tv atau radio
- Ingatkan putra putri kita jika mereka mulai punya kebiasaan kurang baik, seperti meminjam uang kepada temannya.
Anak-anak SMP dan SMA bisa jadi punya kebiasaan yang kurang baik..yaitu meminjam uang teman untuk membeli sesuatu yang sebenarnya kurang penting karena uang pribadi anak kurang cukup. Jika hal ini terjadi orangtua perlu extra mengawasi dan mengingatkan, karena jika berlanjut bisa menjadi kebiasaan buruk bagi anak hingga dewasa. - Beri penjelasan saat mengajak anak ke ATM atau berbelanja dengan kartu kredit atau kartu debet. ATM bisa jadi menjadi mesin uang bagi imajinasi anak-anak usia masih kecil, misalnya TK atau SD. Mereka bisa saja berasumsi bahwa jika uang habis bisa aja langsung ngambil di mesin uang. Anak-anak tidak akan pernah tahu kalau harus menabung dulu atau account harus ada uangnya jika kita mau ambil dari ATM atau Debet langsung. Oleh karena itu orang tua sebaiknya menjelaskan kepada anak bagaimana mesin ATM bekerja.
- Hati-hati memberikan kartu kredit pada anak. Trend akhir-akhir ini adalah banyak orang tua memberikan account kartu kredit tambahan buat anak. Agar anak lebih gampang saat membeli sesuatu. Nah…ini perlu dicermati juga…barangkali tujuannya baik, namun tanpa bekal pendidikan keuangan yang baik bisa saja kartu kredit ini akan menjadi masalah. Misalnya anak akan menggunakannya untuk berbelanja semaunya bukan untuk hal yang penting, akibatnya bisa jadi di awal bulan tagihan membengkak dan menjadi masalah bagi orang tua.
- Luangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak. Sebagai orangtua Bunda harus punya waktu buat anak sesibuk apapun kegiatan Bunda, karena anak butuh kedekatan dengan Bunda, ajaklah anak berdiskusi berbagai masalah termasuk tentang permasalahan keuangan sehingga ada kedekatan antara anak dan Bunda. Semua informasi tentang anak sangat penting bagi Bunda untuk dapat menjalin kebersamaan mengarungi hari-hari. Dan yang penting dalam masalah keuangan, anak akan tumbuh rasa tanggung jawab dan percaya diri atas dukungan dan motivasi dari Bunda.
2 comments August 20, 2007
Multiple Intelligence
Hari gini Bunda blom ngerti tentang multiple intelegence? waduh..bisa ketinggalan kereta deh….karena kecerdasan inilah yang bisa dibina oleh orang tua untuk perkembangan anaknya.
Multiple Intelegence atau kecerdasan majemuk pertama kali dicetuskan oleh Howard Gardner peneliti dari Harvard dengan delapan kecerdasan yaitu :
- Kecerdasan linguistic/bahasa, kecerdasan ini mencakup kemampuan membaca, menulis dan berbicara.Termasuk di dalamnya kemampuan merefleksikan pikiran dan perasaan dalam kata-kata.
- Logical-mathematical/kecerdasan logika matematika, kecerdasan kedua ini berhubungan dengan kemampuan menganalisa sebab-akibat dan juga mencakup kemampuan melakukan perhitungan matematika dan penggunaan sistem bilangan abastrak.
- Kecerdasan bodily kinesthetic merupakan kemampuan mengekspresikan ide dan perasaan dalam gerakan tubuh termasuk kemampuan menggunakan koordinasi tubuh dab mengontrol gerakan-gerakan. misalnya penari, atlet
- Kecerdasan spasial, kecerdasan ini melibatkan imajinasi aktif yang membuat seseorang mampu mempersepsikan warna, garis dan luas serta menetapkan arah dengan tepat. kecerdasan seperti ini biasanya pelukis, pemahat, arsitek.
- Kecerdasan musical melibatkan sensivitas terhadap bunyi dan ritme, serta digunakan untuk mengenali, meniru, menghasilkan maupun menciptakan musik.
- Kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan seseorang untuk berelasi dan berkomunikasi, serta memahami maksud orang lain.
- Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan seseorang untuk mengenali dan mengembangkan potensi, serta mengekspresikan dirinya.
- Kecerdasan naturalis adalah kemampuan untuk mengenali dan memahami sifat-sifat alam. Kecerdasan ini dibutuhkan oleh ahli biologi, ahli binatang, ahli tanaman maupun petani.
Namun seiring perkembangannya ditambah lagi satu kecerdasan yang justru sangat penting yaitu kecerdasan “Spiritual”. Kecerdasan ini sangat penting karena merupakan kemampuan diri kita dalam mengenal dan memahami bahwa kita sepenuhnya adalah makhluk ciptaan Alloh yang merupakan bagian dari alam semesta.
Nah…sebagai orang tua para bunda mesti tahu kecerdasan-kecerdasan yang dimiliki putra putrinya…karena bisa jadi putra-putri kita lebih menonjol dalam salah satu atau lebih kecerdasan tersebut. Sehingga kita bisa mendidik putra putri kita dengan benar
3 comments August 20, 2007
Rihlah sejenak…
Tanggal 8 Agustus kantor diliburkan karena pilkada….sebagai warga Tangerang saya cuman turut berdoa saja supaya pilkada berjalan lancar.
Hmm…libur sehari…mo kemana ya…Bandung…Anyer…rasanya mulai bosen…tiba2 ngide gimana klo cuti 2 hari supaya liburnya agak panjang dan bisa rihlah keluar kota….sambil cari inspirasi dan introspeksi diri….dan alhamdulillah suamipun OK…
Malemnya diskusi mo kemana alternatifnya Kualalumpur, Bali atau Lombok….akhirnya diputuskan untuk ke Lombok
Senin pagi telpon travel untuk cari tiket dan hotel …alhamdulillah dapet walopun rate tiketnya agak tinggi…
Hari Rabu 8 Agustus…alhamdulillah pagi2 jalan ke bandara…jam 09.35 terbang menuju Ampenan bersama Garuda….sampai bandara Ampenan langsung dijemput mobil dan ke hotel….siang sampe sore full bersantai di hotel…habis bobo siang nyantai di pinggir pantai sambil nungguin Icha berenang…dan main pasir….
Perlahan musik kitaro sayup2 terdengar…mengingatkan suasana ESQ…hiks….melayang mengingat perbekalan diri yang masih sangat sedikit…
Malemnya asyik jalan-jalan ke senggigi square dan makan malem di RM Taliwang….
Hari kedua paginya santai di pinggiran kolam renang dan sorenya kembali tour keliling ampenan…mataram…sampai pusuk…
Hari ketiga jalan-jalan lagi ke berbagai objek wisata sampai pantai Kuta…asyik juga disini….udara dan airnya masih bersih banget…Si Icha yang paling seneng karena dapet banyak kulit kerang dengan berbagai bentuk di bentangan pasir putih…yang paling seneng lagi dapetin bintang laut…

Pulang dari Kuta keliling cari oleh-oleh dan juga makan malem…
Hari ke empat si Icha ngga mau pulang…ups….keasyikan main dipantai…tapi akhirnya berhasil juga membujuk dan mengajak ke bandara…..walopun sempet deg-degan karena waktu utk check in sudah mepet..alhamdulillah ngga ada macet di ampenan…hehehe ga kayak jakarta jadinya sampe bandara cuman 10 menit dari hotel….

Empat hari tak terasa berada kami habiskan waktu untuk menjelajahi pulau Lombok…..alhamdulillah sampai Jakarta dengan selamat…semuanya senang dan banyak pelajaran yang bisa diambil.
Syukur yang mendalam kami diberi kesempatan untuk dapat mengunjungi pulau “seribu masjid sejuta maling” ini.

2 comments August 16, 2007
Langkah hari ini pengaruhi masa depan
“Mo mulai apa ngga ya?”
” Hmm…masih deg-degan nih….takut gagal”
” Pengin sih…cuman masih takut”
“Aduh…ngga ngerti nih mo mulai dari mana?
Demikian banyak komentar para Bunda yang mau mulai usaha…sebenarnya simple aja kok…ngga usah bingung mo mulai apa ngga. Kalo saya yang ditanya saya akan langsung bilang “just do it” ajalah…ngga usah dipikirin…klo mikir terus malah ngga akan mulai…
“Trus kalo gagal gimana?” Hmm…ngga usah takut gagal…dulu waktu masih kecil kita juga jatuh bangun saat belajar mulai berjalan…dan anehnya kita selalu mengulang dan mengulang….justru klo ga mengulang malah sampai skr ngga akan bisa jalan..bener ngga? So..klo mau bisnis ya ngga usah ragu…ngga usah dipikirin terus..ngga usah banyak pertimbangan….
Yang perlu kita ingat justru masa depan ditentukan langkah kita hari ini…kalo kita melangkah hari ini…mungkin dua atau tiga tahun lagi kita sudah banyak pembelajaran dan sudah berhasil…tapi klo ngga mulai…mau berhasil dr mana? Kesuksesan ngga hanya diawali dari sekali memulai tapi bisa jadi dari beberapa kegagalan akan berbuah kesuksesan besar. Ibarat pepatah tak kenal maka tak sayang…bisnis pun begitu…klo ga mulai ya ngga akan menyayangi….
Lebih baik kita mulai dan gagal dari pada tidak sama sekali.
So….yuk kita mulai aja….ngga usah ragu-ragu….kalopun gagal insyaAlloh ikhtiar kita sudah dicatat oleh Alloh….bukankah setiap amalan dicatat tergantung niatnya?
Gagal???? Siapa takut !!!
Kita mesti ingat langkah kita hari ini menentukan masa depan kita.
1 comment August 13, 2007
Perlukah Pengetuan Dasar keuangan untuk anak?
Sebagian besar dari kita dan tentunya anak kita tidak pernah belajar tentang pengetahuan dasar keuangan. Selain ngga ada di dalam kurikulum juga kita menganggapnya itu adalah hal yang sepele dan tidak berguna. Hampir semua dari kita belajar dari kegagalan dan keberhasilan kita atau mencoba-coba dan ada yang lebih parah lagi “mengikuti trend”
Lalu bagaimana dengan anak-anak kita? perlukah mereka kita edukasi tentang keuangan? Rata-rata anak belajar masalah keuangan dari orang tuanya sebagai role model. Nah disinilah seharusnya anak mulai diajarkan masalah pengetahuan dasar keuangan mulai dari rumahnya.
Kapan waktunya? Pengenalan ini sudah bisa dilakukan sejak dini….misalnya saat anak berusia 4-5 tahun, karena diusia inilah mereka mulai mengenal uang , misalnya dari uang sakunya.
Lalu bagaimana caranya? Pengenalan pengetahuan dasar bisa dimulai dengan cara pengaturan uang saku anak, ajarkan bagaimana anak harus mengelola uang sakunya, menghargai barang-barang yang dibelinya, dan juga mengajarkan memilih dalam pembelian barang.
Buatlah aturan, kenalkan juga anak dengan tabungan dan bagaimana berbelanja. Misalnya dengan menabungkan 20% dari uang sakunya.
Untuk mengasah rasa sosialnya ajari anak arti penting sodaqoh, dan kasih tahu manfaat dan pahalanya…
Dengan demikian insyaAlloh anak akan belajar bagaimana mengatur keuangannya.
Add comment August 7, 2007
Sang Guru….
Guru adalah profesi yang menurut saya sangat mulia…tanggung jawabnya mulai dunia sampai akhirat….Walopun konon di negeri ini gaji guru tidaklah besar apalagi guru honorer….
Alhamdulillah akhir-akhir ini berita gembira bagi para guru…karena gaji mereka yang ditingkatkan menjadi besar..
Guru dalam bahasa Jawa artinya seorang panutan..”digugu lan ditiru”….kata-kata inilah yang sampai saat ini membuat saya kagum dan salut pada seorang guru…yang menurut saya itu adalah amanah yang sangat besar…bahkan sempat saya sendiri bercita-cita menjadi seorang guru, sebagaimana kedua Om saya yang berprofesi menjadi guru.
Kalo kita melongok ke pinggiran Jakarta..masih banyak kita temui guru yang hidupnya begitu sederhana…sangat bersahaja dan bahkan jauh dari cukup…mereka itu adalah para guru honorer.
Sehingga ngga jarang seorang guru juga memiliki profesi ganda…misalnya tukang ojek…pedagang..atau bisnis lainnya…
Usaha mereka pun banyak yang berhasil..banyak juga yang gagal…ada sang kepala sekolah yang sukses dengan usahanya sehingga sedikit melupakan proses pembelajaran di sekolah…ada guru yang sudah banting tulang tapi nasibnya blom berubah. Kondisi seperti ini rupanya bisa memicu sensitifitas da kepekaan sang guru…
Kisah nyata yang saya tulis disini adalah kejadian yang saya alami pribadi….tiga tahun yang lalu sejak kepindahan saya ke Tangerang saya berkenalan dengan “sang guru”…. Kenalnya pun ngga sengaja…. kebetulan ketemu di mesjid sangat pengajian, ngobrol-ngobrol rupanya Ibu ini berprofesi sebagai guru honorer di sebuah sekolah dasar, suaminya pun begitu..tapi sang suami merangkap sebagai ustad dan lebih sering di jakarta ketimbang di tangerang. Awal perkenalan saya sudah mendapatkan banyak masukan dari teman-teman dekat supaya berhati-hati dengan ”sang guru” ini. Namun bagi saya bukan masalah, tak kenal maka tak sayang….saya berusaha selalu berprasangka baik dengan beliau. Singkat cerita keluarga kami dekat…saya memberikan peluang usaha pada sang guru…bahkan suami pun berguru pada pak ustad…dan niatan dakwah pun berlanjut akhirnya kami mengajak para tetangga untuk dapat membentuk kelompok pengajian dengan Pak Ustad sebagai guru…dan semuanya berjalan normal.
Seiring perjalanan waktu….sang guru pun memasukkan anaknya ke dalam sekolah yang kami kelola…dan suatu hari ada adegan yang lagi marak saat ini “smack down” di sekolah…pelakunya adalah putri sang guru ini…pihak sekolah berupaya memperbaiki namun setelah kejadian berulang pihak sekolah terpaksa memanggil dan memberitahukan hal ini pada sang guru…
Kejadian berlangsung tanpa masalah….namun rupanya buntut kejadian ini panjang…bukan kepada pihak sekolah…tapi kepada saya dan suami selaku pemilik yayasan….
Rupanya sang guru begiti sensitif…dan diluar dugaan saya semua silaturrahim dan hubungan baik selama ini diputuskan begitu saja…termasuk pak ustad yang tidak mau lagi mengajar kelompok pengajian.
Semalem saya berniat baik…bersilaturrahim ke rumah sang guru….namun niat baik saya tidak mendapatkan sambutan baik…Ya memang klo kita berbuat baik ga harus dapet balasan dari manusia…konon klo masih berharap pada manusia namanya ga ikhlas….
Tapi kejadian ini sungguh aneh…justru permohonan maaf kami dan team guru ke rumah beliau disalah artikan…kami hanya datang untuk mengklarifikasi sebuah masalah yang selama ini membuat sang guru tersinggung…yaitu dipanggilnya sang guru dan dikomunikasikannya tentang permainan smack down yang dilakukan putrinya…..sedih sekali rasanya…
Kami pulang dengan sedikit kecewa….namun itu bukan halangan bagi kami untuk tetap beristiqomah dalam kebaikan…InsyaAlloh masih banyak tantangan yang lebih berat lagi yang akan kami hadapi untuk mewujudkan pendidikan karakter bagi anak-anak Indonesia….masih diperlukan perjuangan keras kami….
Kami hanya berdoa…mudah-mudahan sang guru sadar sikapnya yang salah paham…mudah-mudahan sang guru tahu bahwa dia juga manusia yang bisa salah mendidik anaknya….mudah-mudahan dia sadar setiap manusia punya salah dan khilaf…kami hanya berdoa semoga sang guru sadar dan tidak memutuskan tali silaturrahim….
Ya Alloh…kami bukan manusia sempurna…kami bersandar padaMu atas apa yang terjadi pada kami…kami sandarkan beban kami padaMu….
Wahai Yang Maha Penyayang….bimbing kami untuk mampu menyayangi anak didik kami dan menjadikan mereka putra putri yang berkarakter…tegar menghadapi masalah dan kuat dalam segala ujianMu…
*maafkan kami sang guru…*
Add comment August 7, 2007
Refleksi 17 Agustus 2007
62 tahun sudah negeri merdeka dari tangan penjajah…tapi benarkah kita merdeka dalam arti sepenuhnya? Kalau kita mau jujur…masih banyak rakyat Indonesia yang hidupnya lebih pahit dari jaman penjajahan…masih banyak yang ngga bisa makan…masih banyak yang ngga bisa tidur layak.
Kalo kita tengok UUD 1945 mengatakan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara….apakah benar demikian kenyataannya?
Sungguh timpang kondisinya jika kita berjalan di sisi lain kehidupan Jakarta…kita akan temui kondisi sekelompok masyarakat yang kondisinya serba berlimpah…hidupnya bergelimang harta…belanja saja mesti jalan-jalan dulu ke Eropa…
Aturan yang kadang serba aneh…mengurus perijinan usaha dipersulit…urus pajak dan NPWP cukup berbelit…bahkan sampai urusan haji saja ada yang tega manipulasi….
Inikah merdeka sesungguhnya? Lepas dari penjajahan dan masuk perangkap penjajahan dalam bentuk lain?
Adakah yang patut disalahkan? Kepada siapa harus mengadu…?
Rasanya ngga perlu lagi saling menyalahkan…perubahan tidak mungkin akan terjadi jika masing-masing diri tidak mencoba berubah dan memperbaiki diri…
mari kita coba melakukan perubahan dari diri sendiri..perkokoh tali silaturrahmi…tingkatkan rasa peduli…bangkitkan ekonomi negeri dari dalam rumah tangga kita…
Perlahan tapi terus berjalan…sedikit tapi akan melejit…InsyaAlloh jika masing-masing pribadi menghendaki perubahan dan mau berubah tidak akan ada yang mustahil…segala sesuatu bisa terjadi…manusia hanya bisa berikhtiar dan berdoa..selebihnya kita serahkan pada yang Maha Kaya…
Add comment August 6, 2007
| Previous Posts |

