Archive for September, 2007




Mengintip proses belajar di sekolah

 Masih banyak orangtua yang beranggapan belajar itu harus duduk di kelas atau pergi ke sekolah dan diajar oleh seorang guru, mengikuti kurikulum tertentu dan dengan output yang sudah ditargetkan pula, misalnya anak-anak harus bisa baca tulis hitung dan sebagainya.Sehingga banyak sekali orangtua yang buru-buru mencari sekolah buat anaknya sejak usianya masih dini, dan banyak pula yang para orang tua yang sibuk mencari dan bertanya-tanya tentang sekolah yang bagus.

Apalagi Bunda yang bekerja seperti saya ini…tentu tidak mau ketinggalan moment dalam hal yang satu ini, karena ingin anaknya menjadi yang terbaik, karena sedikitnya waktu yang Bunda luangkan buat anaknya.

Dua tahun yang lalu saya termasuk salah satu yang berburu ‘sekolah baik’ saat ingin memasukkan buah hati saya ke play group karena keinginannya masuk sekolah.
Saya termasuk yang sedikit agak ketat dalam hal ini, sehingga membuat cek list ‘sekolah baik’ dan ‘sekolah buruk’ versi saya sehingga setiap saya telpon ke beberapa sekolah beberapa daftar pertanyaan telah saya siapkan, yang penting ngga beda jauh dengan konsep pembelajaran di Ibnu Rusyd, sekolah yang saya bangun beserta teman-teman di BSD.

‘apakah ada free trial untuk cara pengajarannya?’
klo ‘iya’ saya langsung masukkan ke dalam list sekolah baik karena saya bisa lihat dulu nanti yang diajarkan apa.

‘apakah belajarnya hanya duduk di kelas?’
klo ‘iya’ langsung saya coret

‘apakah di play group diajar tul menul dan calistung dengan duduk di kelas?’
klo ‘iya’ tidak masuk daftar saya..

‘apakah belajarnya fun dan banyak bermain?’
klo’ iya’ masuklah sekolah ini ke dalam sekolah pilihan saya

dan masih banyak daftar lain termasuk bagaimana gurunya, bagaimana konsep belajar dan kurikulumnya…

ada salah satu sekolah yang saat itu favorit banget termasuk daftar yang saya coret, suami saya melihat ulah saya hanya senyum -senyum saja tanpa komentar karena sebelumnya kita sudah sepakat untuk mencari sekolah yang ramah otak, dan tetap setia menemani hunting cari sekolah tiap Sabtu, hingga akhirnya dapatlah sekolah yang tempatnya ngga begitu bagus, dan lokasinya pun di komplek perumahan yang jalannya hanya cukup parkir satu mobil, sekolah inilah yang saya pilih…dan alhamdulillah saya ngga salah pilih, hingga tahun kemarin saya bisa buka sekolah sendiri di rumah.

Saya ceritakan pengalaman saya ini kepada seorang teman, rupanya dia beda konsep dengan saya….karena menurut dia sekolah yang bagus adalah yang kurikulumnya full sampai sore sehingga anak-anaknya pulang sekolah dia pun sudah pulang kerumah sehingga tidak ada waktu bermain buat anaknya, menurut teman saya ini bermain hanyalah menghabiskan waktu saja dan tidak bermanfaat.

Sama persis dengan komentar salah seorang wali murid yang protes ke saya karena anaknya yang sekolah di tempat saya selalu cerita kalo di sekolah selalu main ini dan itu…‘ asyik deh Ma…tadi kita bikin mainan badut dan menanam pohon’…katanya menirukan anaknya.

Begitu gelisah orang tua ini, mengkhawatirkan anaknya jika masuk SD tahun depan belum bisa baca tulis.

Saya balik bertanya, Ibu…apakah Ibu ingin anaknya bisa baca tulis atau suka membaca tulis? InsyaAlloh di sekolah kita anak akan diajarkan supaya cinta baca tulis bukan sekedar bisa baca tulis saja….

Spontan protes dia…loh apa bedanya….??!!

Ya jelas beda Bu…klo bisa baca tulis dia hanya ‘BISA’ tidak akan mencintai membaca…namun jika anak Ibu suka baca tulis, tanpa Ibu suruh pun anak Ibu akan belajar sendiri karena dia mencintai membaca dan menulis…dan perlu Ibu ketahui belajar itu tidak harus selalu dengan baca tulis duduk manis di kelas, sambil bermain pun kita ajarkan anak untuk belajar baca tulis….misalnya saat anak Ibu membuat boneka badut, di sela-sela itu kita menunjukkan bahwa badut itu diawali dengan huruf ‘B’ sehingga anak mulai kenal huruf, menanam pohon pun begitu, saat kecambah sudah mulai tumbuh daun akan kita ajak anak menghitung jumlah daunnya, disinilah anak diajar berhitung, tak hanya itu anak dikenalkan juga proses pertumbuhan dari biji menjadi tanaman, pohon, berbunga dan berbuah, dan anak diajarkan mengenal Al-Kholiq yang maha menciptakan makhluk di bumi ini termasuk tanaman.

Sambil setengah ragu-ragu Ibu tersebut bilang ” ya mudah-mudahan saja saya nggak salah pilih Bu…”

Demikianlah gambaran pandangan orangtua terhadap pendidikan anak, mungkin kita seringkali lupa, bahwa belajar itu tidak harus di sekolah, bahkan saat ini banyak sekali yang mulai menerapkan konsep belajar di rumah atau home schooling. Kita lupa bahwa bermain juga termasuk proses belajar, lalu kenapa kita melarang anak kita bermain?

Sewaktu masih bayi anak kita ngga bisa berjalan…tapi akhirnya sekarang bisa berlari karena belajar sambil bermain, tidak pernah ada pelajaran khusus bagaimana harus berdiri, berjalan dan berlari, semua itu berproses.

Proses yang alami InsyaAlloh akan menghasilkan hasil yang maksimal dibandingkan dengan proses yang instan. Instan artinya anak langsung dipaksakan sedangkan otaknya belum siap untuk menerimanya.

Masa kanak-kanak adalah masa emas, otak mereka berkembang sangat pesan, sehingga selayaknyalah jika kita para orang tua memperhatikan hal tersebut. Jangan sampai kreatifitas anak – anak kita mati, hanya karena pendidikan yang statis, misalnya berpacu pada salah satu buku wajib, tidak mengikuti perkembangan dan kebutuhan anak, terbatas pada ruang dan juga pendidikan jasmani saja tanpa memperhatikan aspek rohani.

Saya sebutkan proses instan seperti contohnya dalam 2 bulan pertama anak harus sudah bisa membaca dan menulis, sehingga diberilah anak buku wajib yang harus selesai dalam 2 bulan tersebut.  Pasti akan berbeda hasilnya jika dalam dua bulan pertama anak ditanamkan rasa cinta menulis…kenapa kita harus bisa menulis, kenapa kita harus bisa membaca…dengan penjelasan yang santun dan sesuai dengan usia anak, sedangkan pembelajaran baca tulis diajarkan perlahan-lahan dengan berbagai permainan menyenangkan.

Ayah atau Bunda bisa mencobanya sendiri di rumah terhadap anak-anak Bunda, coba paksakan satu hal pembelajaran terhadap anak dan bandingkan hasilnya dengan mengajarkan hal lain namun berproses yang menyenangkan, lalu amati hasilnya.

Bahkan beberapa waktu lalu saat saya bertemu dengan seorang psikolog anak beliau pun mengatakan bahwa dari hasil penelitianpun dibuktikan bahwa anak-anak yang belajarnya terlalu dipaksa dengan target-target tertentu di masa kecil di masa remajanya sudah mulai jenuh dan tidak berkembang lagi.

Silakan direnungkan kembali mau pilih yang mana, karena buah hati adalah amanah Ilahi buat kita semua.

Add comment September 27, 2007

Benarkah Ngga punya Ide ??!

 katanya mau punya usaha…!

katanya kepengin klo ngelihat temen sukses dalam bisnis…!

katanya mo jadi bunda yang mandiri secara finansial…!

Tapi sejak ketemu tahun lalu tak satupun usaha yang dimulai…bahkan sekecil apapun itu…lalu yang bener mana? Niat ngga sih sebenarnya…..he he he
Begitulah kondisi seorang kawan yang pernah cerita ingin punya usaha dan punya keinginan mandiri secara finansial, saat saya ketemu satu tahun lalu dan sekarang ceritanya ngga ada beda…

“masih progress nih …belum punya ide”

gubrak deh..satu tahun waktu hanya progress terus dan dihabiskan untuk cari ide…udah gitu ngga nemu ide juga?
Saya kerutkan dahi….saya jadi berfikir…bener ngga sih ngga punya ide…
Lah….bukannya ide banyak bertebaran di sekitar kita? Mulai dari berangkat dari rumah hingga sampai kantor di kanan kiri kita penuh dengan ide…
Mulai yang gampang sampai yang sulit direalisasikan, mulai yang modalnya kecil sampai yang modalnya besar.

Masih kesulitan juga? Coba pake prinsip ATM (Amati Tiru Modifikasi), saya rasa hal ini halal dalam dunia usaha, dan sudah lazim dilakukan banyak orang. Misalnya kita melihat ada yang jual pakaian saat kita berangkat ke kantor, kenapa ngga ikutan aja klo memang benar-benar ngga punya ide? Dengan berjualan yang sama, lokasi berbeda, dengan sedikit modifikasi cara jualan, cara promosi, misalnya orang lain jualnya di toko Anda jual di internet promosi dengan cara yang berbeda, ngga ada salahnya khan?

Masih ngeles atau alasan ngga punya ide lagi? Rasanya sih itu mengada-ada…dan menurut saya justru sebenarnya bukan ngga punya ide tapi karena ngga mau action, ngga mau memulai.

Sehebat apapun ide kita kalo nggak pernah dilaksanakan tentu kita tidak akan bisa menceritakan manisnya sukses atas ide kita itu…walaupun hanya sederhana, bahkan banyak yang memandang sebelah, tapi bisa jadi jika sudah kita laksanakan akan menjadi luar biasa…pernah dengan kata2 ini khan ?…no action nothing happen…action and miracle will happen

So…tanpa menghormati teman, saudara, sahabat atau siapa aja yang suka bilang ngga punya ide…jangan lagi pakai alasan yang ini deh….udah basi alias ketahuan banget kalo mengada-ada…untuk menutupi alasan sebenarnya yaitu ngga mau action alias belum memulai….
Mulailah saudaraku… saudariku….InsyaAlloh akan ada jalan membentang…miracle will happen…Ramadhan bukan berarti malas-malasan loh…justru ini bulan baik untuk memulai  karena banyak keajaiban di bulan ini…ingat cerita perang Badar yang dimenangkan Rosul pada bulan Ramadhan khan?

-mulai hari ini lebih baik daripada tidak sama sekali-
 

4 comments September 25, 2007

Ranking di sekolah, perlukah?

Pertanyaan tentang ranking sering banget dipertanyakan oleh orangtua, bahkan ngga jarang orang tua yang bangga karena anaknya dapat ranking di sekolah. Ya begitulah sistem pendidikan yang secara turun menurun diajarkan di negeri ini, saya pun dulu sangat senang jika mendapatkan ranking, dan sempet nangis seharian karena malu gara-gara turun ranking satu peringkat. Orang tua saya pun termasuk orangtua yang membagakan prestasi anaknya lewat ranking ini, dulu kami anak-anaknya diancam untuk dikeluarkan dari sekolah jika tidak mendapatkan ranking, bahkan saya sendiri diancam untuk jadi penggembala sapi jika saya tidak mendapatkan ranking saat EBTANAS.
Alhamdulillah saat ini sudah banyak sekolah-sekolah yang menghapus sistem ranking itu dan mulai menerapkan pendidikan berbasis kecerdasan majemuk atau multiple inteligence dan juga pendidikan karakter.
“Loh kok ngga ada ranking dibilang bagus bagaimana menilainya?” mungkin ada bunda yang bertanya demikian.
Baik, kita kita balik ke tulisan sebelumnya tentang kecerdasan majemuk, disana saya jelaskan bahwa anak-anak kita memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Bisa jadi anak kita menonjol di kecerdasan musikal tapi kurang di kecerdasan matematika. Kalo demikian kejadiannya layakkah anak kita dibilang bodoh karena tidak cerdas matematika? Relakah kita? Bagaimana pula perasaan anak kita?
Bunda tentu bisa menjawabnya sendiri tanpa saya jelaskan lagi, nah…kalo sudah demikian, perlukah sistem ranking itu diberikan di sekolah?
Bukankah tujuan sebenarnya adalah penguasaan ilmu, bukan ranking?
Setelah saya baca beberapa literatur tentang pendidikan anak, saya ingin coba berbagi alasan saya kurang setuju dengan sistem ranking ini :
           

  • Ranking identik dengan pemberian Label
    Pemberian label pada anak merupakan salah satu hal yang perlu dihindari dalam mendidik anak (baca postingan sebelumnya) karena pelabelan ini anak yang mendapatkan label ‘juara’ bisa jadi menjadi sombong atau overconvidence dan yang tidak mendapatkan rangking akan menjadi rendah diri atau minder
  • Ranking dilakukan hanya untuk menonjolkan prestasi akademik

Nilai-nilai yang tertera pada raport biasanya hanya menunjukkan nilai prestasi akademik dari siswa, tanpa memperhatikan prestasi dan potensi lainnya, misalnya seorang anak yang di kelas biasa-biasa saja tapi menonjol dalam prestasi olahraga akan terlepas dari penilaian dan pemberian ranking ini, lalu biasanya anak ini dianggap tidak berprestasi…menyedihkan sekali.

  • Pemberian ranking hanya berdasarkan data kualitatif

Ranking biasanya dibuat hanya berdasar data-data yang tertulis di rapot terlepas apakah data tersebut objectif atau tidak, maksud saya objectif apa tidak adalah apakah guru memberikan nilai secara benar atau berdasarkan subjectifitas tertentu..apakah angka-angka itu diperoleh dengan benar-benar pemahaman siswa atau hasil menyontek?

  • Ranking bisa memacu berbuat curang

Dengan adanya ranking ngga jarang orangtua yang memacu anaknya untuk mendapatkan juara di sekolah, sehingga nggak jarang anak berbuat curang dalam mendapatkan nilai, karena harus menuruti orang tua, misalnya menyontek atau minta bantuan teman

  • Anak bisa stress dan malas

Target untuk mendapatkan ranking dari orangtua dan guru seringkali membuat anak menjadi stress dan tertekan, kalo sudah demikian maka anak akan malas belajar sehingga bukan hasil yang maksimal yang diperoleh tapi malah semakin memperburuk hasil

1 comment September 25, 2007

Mengintip kehidupan amphibi

Amphibi?? Ya amphibi….demikian warga tda menyebut para anggota yang berada dalam dua alam, alam kuadran E dan alam kuadran B…saya sendiri termasuk di dalamnya…
Benarkah gaya amphibi menyenangkan? atau bahkan sebaliknya…menyedihkan?
Suka duka dalam setiap kehidupan itu pasti ada…siapa sih yang ngga mo sukses disemua bidang?

Banyak komentar rekan-tekan mengenai amphibi, berikut sedikit cuplikan kata-kata yang pernah saya dengar tentang amphibi…

‘amphibi itu asyiiik karena saat kantor bagi-bagi bonus saya dapet..dan saat bisnis saya untung besar saya senang…jadi dapetnya double-double…’

‘wah…capek klo jadi amphibi…ngga bisa fokus’
‘asyik juga jadi amphibi…bisa kerja sambil bisnis…nanti saat bisnis saya sudah besar saya akan keluar’

‘wah…gimana caranya ya supaya jadi amphibi yang sukses’
‘ribet deh klo mo berurusan sama amphibi…mesti nunggu sabtu minggu atawa jam istirahat…’


Di atas adalah sebagian komentar tentang amphibi…tentu kita semua punya pendapat yang berbeda, mana yang benar? kembalikan pada diri kita masing-masing.
Berikut sedikit info amphibi dari hasil survey beberapa responden :

ngga fokus??
>>>benar karena sebagai amphibi minimal dua hal berbeda yang dipikirkan, bisnis dan pekerjaan, seringkali ngga nyambung
-income double?
>>>benar, kalo bisnis lagi untung dan di kantor lagi bagi-bagi bonus
-bisa dijadikan sampingan?
>>> bisa ya atau tidak karena kemungkinan bisnis bisa menyita waktu kita
-ribet klo mau ketemu
>>> sometimes iya….karena ngga mungkin khan ketemuan ama mitra bisnis pas jam kantor, kecuali pas istirahat
-asyik-asyik aja
>>> sebagian amphibi bilang semua asyik-asyik aja dan berjalan apa adanya
-yakin akan membesarkan usaha sambil tetep bekerja?
>>> bisa ya atau tidak….tergantung kalo bisa tetep keduanya jalan bareng its ok…but klo ngga..mesti ada yang harus dipilih

So…gimana supaya jadi amphibi sukses? Sedikitnya 4 kunci dibawah ini bisa dijadikan acuan….

  • § minta dukungan keluarga(suami/istri)
    mo bisnis tapi ngga didukung sama keluarga jelas ngga mungkin, karena keluarga lah tempat pertama kita berbagi dan berkeluh kesah
  • § pilih bisnis yang tepat
    bisnis apa ya yang tepat? bagi pemula dan pekerja tentunya pilihnya bisnis yang bisa dijalankan bersamaan sambil kerja, misalnya jualan aja jualan online…ini tentu gak menyita waktu kerja
  • § pilih partner yang tepat
    jika bisnis mo besar tentu perlu banyak menyita waktu kita, nah untuk itu pilih partner yang tepat…kalo salah memilih partner bisa jadi malah bikin kita pusing tujuh keliling.
    partner ini penting sekali supaya saat kita ngga bisa menjalankan bisnis ada partner kita bisa menggantikan, saya sendirii…ada teman yang memang secara fulltime saya percaya menjalankan usaha saya…sehingga tanp
    a kehadiran saya usaha tetap berjalan normal
  • § mesti pinter ngatur waktu
    waktu yang diberikan Alloh kepada semua makhluk adalah sama 24 jam, mo di kutub utara atau selatan atau di jakarta semua sama, tinggal pinter-pinter kita ngatur dan memanfaatkan, klo ngga…ya so pasti terbuang percuma. so ..klo udah memutuskan jadi amphibi mesti pinter-pinter urusan bagi membagi ini…supaya keluarga terurus, kantor terurus dan bisnis jalan terus…..

Jadi nggak usah nanya-nanya lagi…cepetan action aja…mo amphibi atau full tda,keputusan ada ditangan kita…but klo mo sukses jadi amphibi kita mesti jujur…..minimal 4 kunci diatas mesti kita penuhi….
Klo ga bisa? Mendingan full tda aja deh…. 

4 comments September 18, 2007

puisi Jenderal Douglas Mc. Arthur

Beberapa waktu lalu saya dapat email dari seorang teman, yang mengingatkan kepada kita terhadap buah hati kita…sebuah puisi terlampir dalam sebuah email, puisi yang bagus untuk para orang tua…sekaligus sebagai doa untuk para buah hatinya…

Puisi Seorang Prajurit Sejati
Tuhanku,
Jadikanlah anakku seorang yang cukup kuat mengetahui kelemahan dirinya
berani menghadapi kala ia takut
yang bangun dan tidak runduk dalam kekalahan yang tulus
serta rendah hati dan penyantun dalam kemenangan

Tuhanku,
Jadikanlah anakku seorang yang tahu akan adanya Engkau
dan mengenal dirinya, sebagai dasar segala pengetahuan

Tuhanku,
bimbinglah ia bukan di jalan yang gampang dan mudah
tetapi di jalan penuh desakan, tantangan dan kesukaran
Ajarilah ia: agar ia sanggup berdiri tegak di tengah badai
dan belajar mengasihi mereka yang tidak berhasil

Tuhan,
Jadikanlah anakku seorang yang berhati suci, bercita-cita luhur
sanggup memerintah dirinya sebelum memimpin orang lain
mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu
Sesudah semuanya membentuk dirinya aku mohon ya Tuhan
Rahmatilah ia, dengan rasa humor sehingga serius tak berlebihan
berilah kerendahan hati, kesederhanaan dan kesabaran
Ini semua ya Tuhan dari kekuatan dan keagungan Mu itu
sehingga beranilah aku berkata:
“Tak sia-sia hidup sebagai bapaknya”
*****diterjemahkan bebas dari ‘puisi Jenderal Douglas Mc. Arthur’*****

Add comment September 18, 2007

SMS Cinta Dhuafa

dhuafa.jpg

Ramadhan kembali datang….
Saat dahaga dan lapar…kita merasakan karena kewajiban menjalankan puasa
tapi tidak dengan mereka….
Saat kantuk terasa…itu karena kita ingin mendapat syafaat dari Al Qur’an…
tapi tidak dengan mereka…
Saat makanan dan minuman tersedia penuh dimeja menjelang berbuka…
tapi tidak dengan mereka…

Wujudkan rasa peduli
Ulurkan tangan tuk berbagi…lewat SMS Cinta Dhuafa…
Buruan…hadiah besar dari Alloh menanti Anda…!!
sms-dhuafa.jpg

Add comment September 17, 2007

SMS dari Eyang

Eyang….demikian saya memanggilnya….sosok seorang nenek bersama asli Tatty S.B. Moeldradjat dengan segudang gelar di depan dan belakang namanya …beliau tampak begitu cerdas dan kreatif pantang menyerah…Panggilan yang mengingatkan pada sosok nenek yang sudah almarhum….:(
Sosok eyang adalah sosok wanita yang cukup membuat saya kagum, dan banyak belajar dari beliau….Alloh mempertemukan kami beberapa bulan lalu saat pengajian di Crowne Plaza, kebetulan beliau sebagai pembicara bersama dr. Nungky (psikolog dan ahli tumbuh kembang anak) . Saat itu saya tidak sempat bicara banyak dengan beliau karena memang waktu yang terbatas dan banyak yang ingin ‘curhat’ dengan beliau… Hanya no hp nya saja yang saya simpan…berdoa mudah2an suatu hari dapat dipertemukan beliau.

Waktu berlalu hingga suatu hari tanpa sengaja saya mendengarkan suara Eyang di sebuah acara ‘Talkshow’ di radio Smart FM entah judul talkshow nya apa tapi yang jelas tentang metode menghafal asmaul husna, saat itu saya tiba-tiba kepikiran untuk mengundang beliau berbicara di depan para orang tua murid Ibnu Rusyd, akhirnya saya coba sms melalui hp beliau. Rupanya nggak lama kemudian sms tersebut mendapat jawaban, dan akhirnya saya tahu kalo jadwal beliau super penuh, walhasil baru tanggal 9 September kemarin saya berhasil mengundang beliau.
Karena niatan ingin berbagi ilmu akhirnya acara Ibnu Rusyd saya pindahkan ke mesjid, karena sayang kalo Ilmu “Eyang’ hanya didengar oleh beberapa orang tua murid, nah kalo di mesjid undangan bisa lebih banyak lagi, sekalian memperingati Isro’Mi’roj.
Alhamdulillah niat terlaksana…lebih dari 200 orang hadir pagi itu. Eyang datang bersama Ibu Nungky membawakan materi ‘the power of mind’ dalam pendidikan anak.

eyang-tatty.jpg

Kemarin ‘eyang’ mengirimkan sms pada saya…karena tahu putri saya sedang terserang flu dari dr nungky dan mendo’akan buah hati saya supaya lekas sembuh…subhanalloh…ternyata beliau saat itu sedang mengajar pelatihan selama 12 hari dari pagi hingga pukul 21.30 malam.Saya terdiam membaca sms, tidak segera menjawab dan saya taruh lagi hp….saya ingat waktu saya di Bandung, eyang pernah telpon saya jam 23.40 dan beliau cerita baru pulang mengajar…eyang juga menceritakan kalau jadwal beliau mulai Oktober sampai Desember sudah penuh karena harus mengajar di luar negeri…saya merenung…saya merasa malu…saya yang memiliki usia masih muda…InsyaAlloh fisik saya masih kuat…tapi blom ada karya yang bisa saya persembahkan…bukan untuk orang lain…bahkan menjadi seorang istri dan Ibu yang baik saja masih jauh dari sempurna…apalagi untuk orang lain. Jika dibandingkan dengan eyang saya blom punya prestasi apa-apa.

Eyang yang seharusnya menghabiskan masa pensiun untuk hal pribadinya atau kegiatan santai seperti kebanyakan eyang pada umumnya justru masih sibuk berkarya untuk orang lain, untuk kemajuan bangsa lewat berbagai berbagai seminar dan pelatihan. Hidup adalah pengabdian begitulah ‘eyang’ yang memiliki semangat luar biasa dan menganggap ‘mengajar adalah titian ibadah untuk kembali kepada-Nya’.

Serasa dijewer telinga saya…dengan adanya sms itu….terimakasih ya Alloh diawal bulan suci ini…Kau tegur hambaMu yang hina ini lewat sms dari eyang…yang mengingatkan saya agar mampu berbuat baik lebih banyak lagi…ampuni hamba Mu ya Alloh…berikan hambaMu ketegaran dalam menghadapi semua rintangan…sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain.
 
 

Add comment September 17, 2007

Arti sebuah panggilan

Kita orangtua kadang tanpa sengaja memberikan panggilan tertentu atau bahkan gelar pada anak kita…misalnya karena anak kita bertubuh gendut kita panggil ’si gendut’…atau karena anak kita banyak bicara kita panggil ’si ceriwis’ dan masih banyak panggilan atau perumpamaan lain yang tanpa kita sadar kita gunakan dalam sehari-hari, baik untuk tujuan bercanda maupun serius.

Pernahkah kita bertanya kepada anak kita…apakah anak kita, apakah senang dengan panggilan yang kita berikan? Atau coba kita berkaca pada diri kita…bagaimana seandainya orang lain memanggil kita dengan julukan yang kurang kita sukai…misalnya si cerewet…si gendut atau yang lainnya? Intinya pasti kita tidak menyukainya khan?

Saya pribadi menjawab saya tidak suka…saya ingat benar waktu masih kuliah ada seorang teman yang suka memanggil saya dengan panggilan ’sepur (kereta)’ karena memang kalo bicara dan jalan saya sering terlalu cepat…dan saya merasa kurang nyaman dengan panggilan itu…

Kembali pada panggilan, julukan, atau gelar yang kita berikan pada anak, saya yakin anak-anak banyak yang tidak menyukai gelar atau panggilan negatif yang kita berikan. Ambil contoh anak yang gendut dan kita julukin ’si gendut’
Saat kita memanggil dengan si gendut pasti anak tersebut merasa kurang nyaman dan merasa malu atau minder dengan kondisi dirinya. Justru dari situ kita telah melukai hati anak dan membuat rasa percaya dirinya perlahan hilang.
Sikap kita seperti itu sering tidak disadari namun dari sinilah justru karakter anak akan dibentuk, kita sering menyalahkan anak kita saat anak kita minder atau ngga berani tampil di muka umum….tapi pernahkah kita bertanya balik, sudahkah kita memotivasi anak kita…misalnya dengan memberinya semangat bahkan memanggilnya dengan panggilan yang menyenangkan bagi mereka?

Sebagai orang tua yang baik, tentunya kita ingin anak kita berkarakter baik…tidak ingin anak kita punya kepribadian yang suka membantah kita…
Kenapa kita tidak memulainya dengan hal-hal yang kecil? Kasih sayang kita akan mendapatkan balasan dari anak kita, demikian pula sebaliknya kata-kata yang kurang mereka sukai akan berbekas di hati mereka dan membuat mereka melakukan perlawanan kepada kita.

Tidak ada kata terlambat untuk berbuat kebaikan dan mendidik anak kita menjadi  lebih baik lagi….
Mulai sekarang kita ganti julukan negatif menjadi positif…atau cukup dengan memanggil menggunakan nama yang paling dia sukai…supaya anak-anak kita menjadi lebih baik lagi. Tanyakan pada anak kita…panggilan apa yang paling disukai dan panggilah anak kita dengan panggilan itu.

Add comment September 17, 2007

Salmah…Salon Khusus Muslimah

Mo jadi Muslimah yang cantik?? Datang aja ke Salmah…. :)  

salmah.jpg

Alhamdulillah….small winning ini akhirnya bisa ditulis juga disini…
Sebenarnya rencana untuk punya salon muslimah sudah cukup lama banget…karena klo mo nyalon agak susah nyari salon muslimah di daerah saya… sehingga frekuensi nyalon jarang banget…paling-paling klo lagi ke Bandung barulah perawatan semuanya…he he he
Bisa dibilang ini adalah action yang sangat cepat…tanggal 8 Agustus kemarin saat saya masih liburan tiba-tiba teman saya telpon kalo sudah dapat lokasi untuk salon…dan ditargetkan tanggal 1 September sudah mau buka supaya sewa tempatnya tidak sia-sia….waduh…saya blom bisa ngasih jawaban saat itu, apalagi waktunya cukup singkat menurut saya dan saya sendiri pertengahan Agustus hingga September bakal banyak aktifitas kantor yang tidak bisa ditinggalkan sehingga ngga mungkin banyak bantu…
Tapi sekali lagi alhamdulillah…berkat kegesitan teman-teman saya ternyata dalam waktu yang singkat tersebut semua dapat terpenuhi walaupun Salon Muslimahnya masih belum sebesar Moz5….tapi tetep sesuai motto kami…terbesar di Villa Ilhami terpenuhi…
Sesuai namanya Salmah…salon khusus muslimah…salon ini diperuntukkan hanya bagi para muslimah yang ingin tampil cantik lahir batin… :)
InsyaAlloh di Salmah tidak hanya perawatan fisik saja yang ditonjolkan…kami pun berencana mengadakan pengajian bulanan pasca Ramadhan nanti…( sekarang ini masih dalam persiapan)
Bagi para muslimah yang ingin berkunjung ke Salmah…bisa call dulu ke Wina atau Nisa…supaya ngga perlu ngantri…karena alhamdulillah sejak dibuka 1 September kemarin Salmah setiap harinya rame pengunjung…
InsyaAlloh kami sedang mencoba penambahan capster baru supaya semua pelanggan bisa terlayani dengan baik..

salmah_brosur.gif

 Lokasinya ngga jauh dari Tol Lippo karawaci…tepatnya di Ruko Villa Ilhami Islamic Village….
Mo ngintip daftar perawatan dan harganya ? klik aja harga-salmah.pdf

1 comment September 12, 2007

Tertipu???? Ngga masalah…!

Saat ini saya lagi ngikutin TDA Conference sambil nulis….kata-kata pemateri Pak Edy Aji …mengingatkan pengalaman saya beberapa hari yang lalu…’tertipu’
Baru kemarin saya mengalami hal yang kurang mengenakkan…ya bisa disebut tertipu walaupun tidak secara materi…memang kebiasaan saya yang sering terlalu percaya sama teman, apalagi sudah teman dekat. Bagi saya share dan saling tukar pikiran adalah biasa…sehingga saya mempercayakan sebuah proyek kepada teman saya ini…Saya pikir amanah akan ditunaikan dengan baik karena saya sudah berkawan lama dan layaknya seoarang sahabat dan saya yakin dia bisa handle saat saya lagi banyak kesibukan di kantor. Kemarin saya mencoba cek kepastian jalannya proyek, karena segala persiapan untuk kebutuhan ini sudah saya siapkan, termasuk penyiapan SDM. Namun jawaban yang saya terima sunggu mengejutkan…ternyata proyek tersebut 100% diambil alih teman saya ini tanpa pengetahuan saya…dan saya pun seperti tercampakkan, lumayan..dalam 2 jam sempet agak kalut…tapi akhirnya saya berfikir jernih…untuk apa saya pikirkan yang sudah hilang…lebih baik saya pikir proyek lain yang masih terbentang banyak. Mungkin ini bukan rejeki saya…

Dalam berbisnis ngga semua berbuat jujur dan mengikuti etika yang sebenarnya ada tapi tak tertulis….itulah dunia bisnis…tapi saya rasa nggak hanya dalam dunia bisnis….dalam kehidupan sehari-hari pun sama saja…kalo mau ngga jujur ngga perlu harus bisnis dulu…Itulah kehidupan, ada hitam ada putih, ada lurus ada bengkok…jadi klo tertipu itu sudah wajar…
Justru karena tertipu kita bisa belajar banyak….bisa koreksi diri dan banyak hikmah lain…misalnya ide kita tercuri…berarti kita mesti kaya ide lagi…
Dan saya sangat percaya dan yakin…kalo kita mendapatkan sesuatu dari yang baik pasti hasilnya akan baik juga…dalam kehidupan ini berlaku hukum timbal balik…siapa menabur dia akan menuai…itu prinsip yang setidaknya melegakan hati saya saat saya mengalami hal yang tidak mengenakkan akibat kecurangan seseorang…

So…keep in faith…ngga usah ragu….walopun pernah tertipu…tetep faithfull dan menjadi yang terbaik…

3 comments September 11, 2007

Previous Posts

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

September 2007
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Posts by Month

Posts by Category