Posts filed under 'Uncategorized'
ISLAMIC BOOK FAIR (1 – 9 MARET 2008)
InsyaAlloh akan ada Islamic Book Fair tanggal 1-9 Maret 2008
Venue: Istora Senayan
Waktu : 10.00 – 21.00JADWAL ISLAMIC BOOK FAIR seperti tertulis di bawah ini..
Oh ya…InsyaAlloh saya juga akan hadir disana di STAND MIZAN hari Minggu 2 Maret 2008 pukul 11-12 WIB untuk sedikit talk show dan book signing buku Bunda Luar Biasa-Sukses Berbisnis dan Bekerja- bersama Pak Gozali dari perencana keuangan Safir Senduk dan Rekan. Sooo….Don’t Miss It….ya….
Sabtu, 1 Maret 2008
10.00-12.00 Pembukaan 7th Islamic Book Fair (Panggung Utama)
Hiburan Debu
13.00-15.00 25 Tahun Mizan Menjelajah Semesta (Panggung Utama)
Bersama: Asma Nadia, dkk.
13.00-15.00 Bedah Buku “Muhammad Saw Super Leader Super Manager”
(Ruang Anggrek)
Pembicara: Dr. M. Syafii Antonio
16.00-18.00 Bedah Buku “Oktober 2015 Imam Mahdi akan Datang”
(Panggung)
Pembicara: Ir. Sayuti Asatiri (Wakil Komisi II DPR)
19.00-21.00 Talkshow bersama K.H Abu Bakar Baasyir & Abu Jibriel
(Panggung) Ahad, 2 Maret 2008
10.00-12.00 Bedah Buku “Hikayat Doa” (Panggung)
Pembicara: Syu’bah Asa, KH. Abdurrahman Wahid
Chaerul Umam
10.00-12.00 Talk Show ” Mengungkap Konspirasi Asing di balik Aliran
Sesat”
(Ruang Anggrek)
Bersama: Munarman SH (Mantan Ketua YLBHI)
Muhammad Al Kahththath (Sekjen FUI)
Prof. DR. Nasarudin Umar* (Dirjen Bimas Islam)
13.00-15.00 Bedah Buku ” Mossad Behind Every Conspiracy” (Panggung)
Bersama Herry Nurdi
13.00-15.00 Bedah Buku “Magnet Muhammad” (Ruang Anggrek)
Pembicara: Bambang Trimansyah
16.00-18.00 Bedah Buku ” Kebebasan Financial” (Panggung)
Pembicara: Ahmad Gozali
19.00-21.00 Bedah Buku “The Power of Al-Fatihah” (Panggung)
Pembicara: Prof. DR. Ir. M. Amin AzizSenin, 3 Maret 2008
08.30-12.00 Field Trip SD & TK (Ruang Anggrek & Outdoor)
10.00-12.00 Talk Show “Khilafah Centre” (Panggung)
13.00-15.00 Talk Show Bank Syariah Mandiri (Panggung)
13.00-15.00 Talk Show ” Marketing Strategi” (Ruang Anggrek)
Pembicara: Fredy Rangkuti
16.00-18.00 Talk Show “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat”
(Panggung)
Pembicara: Prof. DR. Nasarudin Umar
DR. Hidayat Nurwahid. MA (Ketua MPR)
16.00-18.00 Bedah Buku “Hukum Waris” (Ruang Anggrek)
Pembicara: Subhan Nurmahmudi & Boby Herwibowo
19.00-21.00 Talk Show “Smart Healing, Kiat Hidup Sehat Menurut Nabi”
Bersama: Dr. Mohammad Ali Toha Assegaf, Sandrina Malakiano
Selasa, 4 Maret 2008
10.00-12.00 Diskusi dan Demo Interaktif : SEFT (Panggung)
Bersama : Ahmad Faiz
08.30-12.00 Field Trip TK & SD (Ruang Anggrek & Outdoor)
13.00-15.00 Soft Launching Format Baru Majalah Sabili (Panggung)
13.00-15.00 Seminar “Copyright”
16.00-18.00 Talk Show “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat dalam
Politik”
(Panggung)
Bersama: Anis Baswedan, Ph.D
16.00-18.00 Talk Show “Mengenal Allah dengan Cinta” (Ruang Anggrek)
Bersama: Ummu Ghaida Muthmainnah & Ira Istadi
19.00-21.00 Talk Show “Debu” (Panggung), Bersam Grup DEBU
Rabu, 5 Maret 2008
10.00-12.00 Tausiyah oleh Syekh Muhammad Sayid Sabiq (Penulis Buku
Fiqih
Sunnah) – Panggung
08.30-12.00 Field Trip TK & SD (Ruang Anggrek & Outdoor)
13.00-15.00 Talk Show “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat dalam
Pendidikan”
(Panggung)
Pembicara: Prof. DR. Arief Rachman M.Pd & Setia Darma Majid
16.00-18.00 Talk Show Majalah Gontor (Panggung)
Bersama: K.H Abdullah Syukri Zarkasy
16.00-18.00 Peluang Promosi di Media Cetak (Ruang Anggrek)
Bersama: Irwan Kelana (Wartawan Republika)
19.00-21.00 Semifinal Festival Nasyid (Panggung)
Kamis, 6 Maret 2008
10.00-12.00 Bedah Buku “Perspektif Islam dalam Kristologi” (Panggung)
Bersama: Ust. Solichan & Adian Husaeni MA.*
08.30-12.00 Field Trip TK & SD (Ruang Anggrek & Outdoor)
13.00-15.00 Bedah Buku “Aisyah & Maisyah” (Persiapan Keuangan Menuju
Pelaminan) – Panggung
Bersama: Ahmad Gozali
16.00-18.00 Talk Show “Menggapai Mimpi bersama Laskar Pelangi”
(Panggung)
Bersama: Andrea Hirata
16.00-18.00 Training Insight “Membangun Pribadi Sukses & Launching CD
Interaktif Insight” (Ruang Anggrek)
Bersama: BS Wibowo
19.00-21.00 Semifinal Festival Nasyid (Panggung)
Jum’at, 7 Maret 2008
10.00-12.00 Talk Show “Majalah Ummi & Annida”
Bersama: Ust. Yusuf Mansyur (Panggung)
13.00-15.00 Bedah Buku “Nazharat Fi Risalah Ta’lim” (Panggung)
Bersama: Ust. Faridh Dhofir & Muhammad. Syamlan
13.00-15.00 Bedah Buku “Bercermin kepada Bening” (Panduan Taubat untuk
Wanita) – Ruang Anggrek
Bersama: Anneke Putri
16.00-18.00 Bedah Buku “Misteri Masa Kelam Islam dan Kemenangan Perang
Salib” (Panggung)
Bersama: Adian Husaeni MA. & Asep Sobari Lc.
16.00-18.00 Bedah Buku “Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Agama” (Ruang
Anggrek)
Bersama: Hartono Ahmad Jaiz & Ust. Kholil Ridwan (MUI)
19.00-21.00 Tafsir Imam Syafi’i (Panggung)
Bersama: Syeikh Ahmad Mustafa Al- Farran
Sabtu, 8 Maret 2008
10.00-12.00 Bedah Buku Rame-rame “Kelompok Penerbit Pro-U Media”
(Panggung)
Bersama: Salim A Fillah, M. Fauzil Adhim, Fatan Fantastic,
Budi Hartono, Mas Udik Abdulah, Nazip Masykur
13.00-15.00 Talk Show Penerbit Zikrul Hakim (Panggung)
13.00-15.00 Training “Speed Reading & Launching CD Interaktif Speed
Reading”
(Ruang Anggrek)
Bersama: Erwin Kurnia Wijaya S.Pd
16.00-18.00 Bedah Buku “Eramuslim Digest” (Panggung)
Bersama: Rizki Ridyasmara
16.00-18.00 Launching Film Ayat-ayat Cinta (Ruang Anggrek)
Bersama: Artis-artis Film Ayat-ayat Cinta
19.00-21.00 Grandfinal Festival Nasyid (Panggung)
Ahad, 9 Maret 2008
10.00-12.00 Talk Show ESQ “Kids & Parenting (Panggung)
Trainer ESQ Kids & Ibunda Ari Ginanjar
10.00-12.00 Talk Show “Bismillah Aku Berjilbab” (Ruang Anggrek)
Ustz. Dedeh Rosyidah (Mamah Dedeh) & Cici Tegal
13.00-15.00 Bedah Buku “Aisyah the True Beauty” (Panggung)
Bersama Marissa Haque
13.00-15.00 Bedah Buku “30 Shirah Tokoh Wanita Thabi’in” (Ruang
Anggrek)
Bersama: Ust. Faridh Dhofir
Ustz Siti Fathiyah Khotib. Lc, MA.
16.00-18.00 Konser Nasyid Akbar & Musikalisasi Puisi (Panggung)
Bersama: Shoutul Harokah, Ar Ruhul Jadid, Izzatul Islam,
Thaufail Al Ghifari, Ust. Jambary, Taufik Ismail
I.R. A, Samurai Syuhada
16.00-18.00 Ilusi Demokrasi (Ruang Anggrek), bersama Zaim Saidi
18.15-19.00 Pengumuman Stand Terbaik (Panggung)
19.00-21.00 Tausyiah “Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat” (Panggung)
Bersama: KH Abdullah Gymnastiar
Add comment February 28, 2008
Sekedar Khayalan
Sudah hampir enam bulan ini pindah tempat tidur di kamar atas….namun baru kali ini aku merasakan ternyata tidur di lantai siang atas begitu nikmat…Ya begitulah hidup…kadang jauh-jauh mencari kebahagiaan, ketenangan yang sebenarnya sudah ada…Mungkin karena diri ini kurang bersyukur….ya Robb….ampuni aku…
Indahnya nyanyian burung-burung yang berhinggapan di pagar depan rumah juga karena suasana yang ternyata memang begitu tenang…pucuk-pucuk euphorbia yang memekarkan warna merah dan putih begitu indah walaupun tak sebanyak tatkala musim kemarau….dengan membuka jendela aku bisa melihat sawah yang hijau membentang….dan juga anak-anak yang bermain berkejar-kejaran…mengingatkanku pada masa kecil, masa aku suka belepotan lumpur di sawah atau sekedar ikut paman ke sungai memandikan kerbau….sungguh tak terlupakan. Walaupun kini aku sudah punya anak kecil namun anakku sudah sangat sulit mendapatkan suasana kampung yang asri seperti dulu….
Akupun mulai berkhayal…jauh pergi ke suasana itu telah berlalu puluhan tahun…namun masih menyisakan kenangan-kenangan yang cukup manis, walaupun sekarang ini tak lagi kujumpai tatkala aku pulang kampung pun….kerbau-kerbau ternak pamanku telah ditukar dengan kendaraan roda empat, sawahnya pun sudah tidak seluas dulu lagi karena sebagian sudah ditukar dengan usaha konveksi…
Hidup di kampung yang dulu serba damai pun sekarang sudah berbeda, desa yang gemah ripah loh jinawi itu telah berubah, tak lagi seperti dulu, banyak sawah yang telah disulap menjadi pabrik-pabrik rokok, pabrik mie dan pabrik-pabrik lain yang menyerap tenaga kerja murah karena putus sekolah. Dulu hanya dengan seperempat hektar tanah para petani di desaku banyak yang mampu menyekolahkan anaknya minimal sampai SMA atau bahkan tak sedikit yang bisa sampai perguruan tinggi… Namun sangat sayang para alumni perguruan tinggi dari kampungku hampir semua tidak kembali ke daerah…banyak yang mencari hidup di Ibukota dan sekitarnya, termasuk diriku…sehingga yang tertinggal di kampung hanya mereka yang nota bene pendidikannya tidak terlalu tinggi…sehingga mereka menjadi buruh harian di pabrik-pabrik rokok dan mie.
Tak jarang pula tenaga ini banyak di ekspor ke Malaysia atau Saudi Arabia sebagai TKW…sehingga saat aku pulang kampung untuk mencari asisten tak juga kutemukan.
Tiba-tiba aku kangen…kangen pada suasana waku itu….Andai saja…aku bisa menemukan suasana seperti itu…atau menciptakan perkampungan mini sebagai replika…agar anak-anak jaman bisa menikmati suasana kampung…nggak perlu jauh-jauh ke Bogor atau ke Bandung.
Khayalanku pun terbang…jauh dan makin jauh….andaikan….ada investor yang mau membiayai membuat replika itu….betapa bahagianya…aku pun bisa berkunjung ke kampung replika itu setiap saat…nggak perlu jauh-jauh…
Khayalanku terhenti karena tiba-tiba hujan deras mengucur lagi….dan aku harus menutup jendela kamar karena angin dingit mulai menusuk ke dalam tulang-tulangku….Namun sampai disitu aku masih berkhayal….ada ngga ya investor yang mau?
Add comment February 18, 2008
Senang mendapat Gratis-an
Mencermati pembagian tabung gas dan kompor bagi rakyat yang kurang mampu, saya ingin sedikit menuliskan uneg-uneg saya.
Sungguh memprihatinkan kondisi bangsa kita saat ini…jumlah rakyat miskin bertambah, tapi ironisnya dijalan juga jumlah mobil mewah bertambah.
Yang membuat saya lebih kagum lagi banyak rakyat kita yang ’senang dengan barang Gratis’ apakah itu benar-benar menjadi hak nya atau bukan….’yang penting GRATIS’
Demikian pula yag terjadi dengan pembagian tabung gas dan kompor baru-baru ini. Saya nggak tahu apakah ini kesengajaan atau yang bersangkutan tidak punya malu…’yang penting dapat gratis…’
Saya ambil contoh di tempat saya….saat pendaftaran untuk pembagian gas ketua RT saya keliling dan mendaftarkan semua warganya, termasuk keluarga saya, namun kami menolak saat itu, dalam hati kami berfikir apa tidak salah kalo warga di RT kami mendapat subsidi tabung dan kompor gas, kami yakin warga di tempat kami mampu membelinya, karena harga mobil dan rumah yang lebih mahal saja kebeli….namun kami berfikir lagi, berusaha berfikir positif mungkin memang jatah yang dibagikan banyak jadinya yang banyak pula yang kebagian. Atau barangkali juga kriteria miskin di negeri ini sudah berubah, yang sudah mampu beli rumah dan mobil pun masih dianggap miskin…
Yang unik…setelah kami menolak didaftarkan ada orang yang berniat memakai nama kami supaya jatah masih bisa didapat…setengah marah saya menolaknya…hingga orang tersebut tersipu malu….
Beberapa waktu lalu setelah tabung dan kompor diterima warga RT kami, saya sempat bertanya kepada warga kampung sekitar…dan yang membuat saya kaget ternyata banyak sekali warga yang tidak kebagian jatah tabung dan kompor gas ini…sama persis saat kejadian waktu pembagian subsidi BBM…banyak rakyat miskin yang tidak mendapatkan namun banyak juga keluarga kaya yang menikmati….
Hanya satu yang dibenak saya….ternyata bangsa kita ini punya budaya yang cukup bagus, selain dikenal cukup ramah dan pemurah juga ternyata punya sifat yang senang dengan barang gratisan….makanya tidak heran jika banyak penipu yang sukses melalui telpon, sms dan lainnya dengan iming-iming hadiah mobil, uang atau pemberian gratis lainnya.
Itulah kenyataan potret negeri ini….banyak sekali yang masih rela bersenang-senang walaupun yang lain harus menderita karenanya….tak mengherankan jika tingkat korupsi pun semakin tinggi.
Hmm…hanya doa dan harap yang bisa saya perbuat…mudah-mudahan banyak orang yang sadar dan mengerti bahwa nggak semua yang GRATIS itu bagus….kadangkala Gratis itu perlu dipikirkan terlebih dahulu..apakah ada hak orang lain disana…benarkah kita ber hak atas yang Gratis itu…adakah yang dirugikan dari barang Gratis yang kita terima itu…
Semoga……
Add comment November 30, 2007
Anak pun punya rasa Cemburu
Akhir-akhir ini buah hati saya sangat suka dengan prakarya dari kain flanel dan Dua hari yang lalu saya berjanji untuk sampai rumah lebih cepat dan akan membuat karya baru dari kain flanel dan clay buatan sendiri. Kesenangannya itu sangat saya dukung untuk pengembangan kreatifitasnya. Sudah beberapa hasil karya yang dibuat, bantal mini buatannya sendiri, boneka kecil, tempelan kulkas dan beberapa jenis buah-buahan. Saya kebagian memotong pola dan menjahit, sedangkan putri saya bagian menempel lem dan memasukkan dacron.
Aktifitas yang mengasyikkan ini kami mulai sejak liburan lebaran kemarin dan rupanya sangat disukai.
Dua hari yang lalu dia punya ide membuat caterpilar mini untuk tempelan kulkas, ide ini dia dapatkan dari buku karya Eric Carley yang sempat dibeli di Kinokuniya beberapa waktu lalu. Tanpa pikir panjang saya pun meng- iya kan kemauan anak saya dan berjanji untuk pulang tepat waktu keesokan harinya supaya bisa lebih lama bermain.Esok harinya seperti biasa saya berangkat kerja, hari itu saya harus bertemu dengan vendor, dan rupanya meeting baru bisa diselesaikan pukul 17.00. Ups…saya sudah terlambat 1 jam dari jam pulang biasanya. Buru-buru saya telpon anak saya dan minta maaf, karena saya telat pulang, benar saja…dia sudah menyiapkan bahan-bahan yang akan dijadikan prakarya. Alhamdulillah anak saya memaklumi dan memaafkan saya. Sisi lain hati saya sebenarnya merasa nggak enak …namun itu konsekuensi saya sebagai karyawan yang harus menyelesaikan tugas kantor. Hujan rintik menyertai perjalanan dan hari itu lalu lintas Jakarta benar-benar macet…..hampir 2 jam berada dalam perjalanan….
Sampai rumah saya disambut dengan pelukan dan cerita bahwa pePOST http://untukbunda.wordpress.com/wp-admin/post.php HTTP/1.0rsiapan pembuatan prakarya sudah siap.
Langsung saya bersihkan badan dan temani anak saya bermain sesuai kesepakatan, namun tiba-tiba telpon saya berdering, putri salah seorang sahabat harus dititipkan ke saya. Akhirnya malam itu kami main bertiga bersama anak sahabat saya. Semuanya berjalan lancar hingga mereka semua tertidur.Keesokan harinya saya mulai rutinitas seperti biasana, saya bangunkan anak-anak untuk sholat dan saya menyiapkan segalanya untuk berangkat kerja. Alhamdulillah semuanya lancar. Saat saya di kantor tiba-tiba anak saya telpon, menanyakan apakah malam nanti anak sahabat saya akan menginap lagi. Anak saya mengatakan, sebaiknya ngga…karena dia hanya pengin bermain dengan saya. Hmmm….saya sadar anak saya cemburu. Lalu saya beri pengertian dan semangat, bahwa anak teman saya hanya sementara…dan saya tekankan, walaupun main bersama, saya tetap akan memberikan porsi kasih sayang dan cinta padanya, dan saya pun berjanji untuk bermain berdua lebih lama lagi sebagai gantinya. Alhamdulillah dia kembali mengerti….
Seringkali kita orangtua tidak sadar kalau buah hati kita sedang cemburu, baik pada kesibukan kita, pada orang lain atau bahkan pada adiknya sendiri.
Pengungkapan rasa cemburu ini bisa bermacam-macam, kadang dengan marah-marah, dengan berbuat sesuatu yang menarik perhatian kita dan bahkan yang parah bisa jadi menyakiti orang yang dicemburuinya.
Sikap cemburu pada balita adalah wajar, karena di usianya, anak balita memang baru belajar melepaskan diri dari ketergantungan totalnya terhadap orangtua. Ia pun masih memerlukan rasa bahwa ia diterima. Ia belum mengenal konsep berbagi. “Ini milikku!” adalah teriakan yang sering terlontar dari balita untuk barang-barang yang dimilikinya termasuk diri kita. Disamping itu balita belum pandai mengekspresikan perasaan cemburu dengan kata-kata sehingga tak jarang tindakan dan sikap yang dilakukan akan menjadi cermin dari perasaan mereka.
Menyikapi kecemburuan anak sebagai orang tua sebaiknya bersikap bijaksana, dengan memberikan penjelasan sesuai penalaran anak, dan juga kesabaran.
Mengajarkan kemandirian pada anak sangat penting untuk menghilangkan perasaan cemburu ini, sehingga secara perlahan anak akan mengerti dan mampu bersikap tegas tanpa bantuan dan tanpa ketergantungan dari kita.
Selain kemandirian hal yang boleh dilupakan tentunya adalah sikap untuk saling berbagi. Menghilangkan ego anak dan karakter mulia untuk saling berbagi ini tidak cukup sekali atau dua kali, proses pengajaran dilakukan dengan ketekunan sehingga anak benar-benar mengerti kebaikan saling berbagi.
Satu lagi yang perlu ditekankan pada anak, yakinkan bahwa anak kita tidak akan kehilangan cinta kita dengan kehadiran orang lain. Ini akan membuat anak percaya diri dan belajar mengerti.
1 comment November 8, 2007
Novelnya Olien
Tiba-tiba dua hari yang lalu status YM salah satu teman saya memberi kejutan…
Saya baru kenal dan bertemu Olien seminggu sebelum lebaran di MP Book Point, nggak nyangka kalau ternyata teman saya ini penulis Novel…luar biasa….disela kesibukannya bekerja Olien masih sempat menuliskan novel….saya jadi malu sekaligus terpacu….belum satu karyapun yang bisa saya sumbangkan, mudah-mudahan ini akan mampu memompa dan memacu semangat saya untuk selalu berkarya…
“Selamat ya Olien…semoga sukses dengan novelnya dan terus berkarya pantang menyerah….”
Sekilas cuplikan tentang novel TUNTUN AKU KEMBALI KE JALAN-MU buah karya Olien…
Mien adalah seorang anak jalanan. Yatim piatu. Miskin. Tak berpendidikan. Tetapi setelah suatu hari dia pingsan di tepi jalan, saat hujan mengguyur deras dan petir menyambar dahsyat, segalanya berubah. Tiba-tiba Mien dapat membaca pikiran dan memengaruhi orang lain. Tiba-tiba Mien dapat mempelajari segala sesuatu dengan hanya sekejap. Dan, Mien yang terheran-heran pun mulai memanfaatkan kelebihannya itu. Semaksimal mungkin. Tetapi, dia lupa mencari tahu apa makna di balik semua keajaiban itu. Sampai Mien tumbuh dewasa, menjadi seorang wanita karier yang sukses dan kaya, sampai saat itulah baru dia kembali teringat kepada Yang Satu. Hati dan jiwanya terasa hampa, dan dia pun memulai pencariannya. Dia kembali mengunjungi kehidupan lamanya, mencari orang-orang yang dulu pernah bermakna baginya. Dan, di saat ini pulalah dia bertemu dengan dua orang pria yang sama-sama menarik hatinya. Siapa sebenarnya dirinya? Apa sebenarnya yang ditugaskan Tuhan kepadanya? Dan, siapakah pria yang nanti akan mendampinginya?
Anda pecinta Novel? Silakan mampir ke toko buku terdekat dan dapatkan Novel terbaru karya Diana Caroline
1 comment November 6, 2007
Doa dan kemudahan
Sedikit saya ingin mengulas tentang doa ini, dari sudut pandang diri saya yang masih ammah…bukan dari segi agama karena pengetahuan saya yang masih rendah didalam hal ini. Latar belakang tulisan ini adalah saya melihat dan mengamati beberapa hal dalam kehidupan, terutama generasi kita saat ini, yang tidak sedikit yang dalam kehidupannya bermanja, tidak mau susah, maunya langsung instan kaya, tidak mau bekerja keras, sehingga tidak jarang timbul korupsi yang merajalela dan menyusahkan orang lain juga kejahatan-kejahatan yang dilatarbelakangi keinginan memiliki sesuatu yang tidak menjadi haknya.
Setiap hari kita berdoa….untuk orang tua kita…untuk anak kita…untuk keluarga, sanak, saudara, teman dan bahkan untuk orang lain…
Namun di dalam doa sering kali kita meminta kemudahan dan kemudahan, misalnya begini…”Ya Alloh berikan saya kemudahan dalam segala urusan”
Padahal kalo kita lihat kembali setiap jalan yang kita lalui tidak semuanya mudah…banyak jalan terjal, hambatan dan rintangan harus kita lalui dalam kehidupan, banyak masalah yang harus kita hadapi dan selesaikan.
Kalo saya analisa sebenarnya kita sering kali manja…minta dikasihani, dengan selalu meminta diberi kemudahan dalam setiap langkah, padahal Alloh sendiri telah berfirman bahwa manusia akan diberikan ujian untuk mencapai derajat keimanan, yang intinya tidak semua jalan mudah untuk dilalui.
Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan? Boleh berdoa minta kemudahan, tapi alangkah baiknya jika doa dan permintaan kita dirubah, ganti dengan kata-kata penyemangat yang tidak terkesan manja, misalnya “Ya Alloh berikan saya kekuatan dan ketegaran dalam menghadapi kehidupan” doa ini nuansanya pun akan menggugah kita berusaha untuk selalu tegar dan berjuang dalam setiap rintangan. Berbeda dengan doa pertama yang terkesan manja dan membuat kita pasrah.
Doa kita bisa jadi akan didengarkan oleh seluruh alam dan alam akan merespon doa kita dengan pancaran energinya, so..kita kembalikan lagi pada diri kita, sudah benarkah kita dalam berdoa?
Add comment November 6, 2007
Mengintip proses belajar di sekolah
Masih banyak orangtua yang beranggapan belajar itu harus duduk di kelas atau pergi ke sekolah dan diajar oleh seorang guru, mengikuti kurikulum tertentu dan dengan output yang sudah ditargetkan pula, misalnya anak-anak harus bisa baca tulis hitung dan sebagainya.Sehingga banyak sekali orangtua yang buru-buru mencari sekolah buat anaknya sejak usianya masih dini, dan banyak pula yang para orang tua yang sibuk mencari dan bertanya-tanya tentang sekolah yang bagus.
Apalagi Bunda yang bekerja seperti saya ini…tentu tidak mau ketinggalan moment dalam hal yang satu ini, karena ingin anaknya menjadi yang terbaik, karena sedikitnya waktu yang Bunda luangkan buat anaknya.
Dua tahun yang lalu saya termasuk salah satu yang berburu ‘sekolah baik’ saat ingin memasukkan buah hati saya ke play group karena keinginannya masuk sekolah.
Saya termasuk yang sedikit agak ketat dalam hal ini, sehingga membuat cek list ‘sekolah baik’ dan ‘sekolah buruk’ versi saya sehingga setiap saya telpon ke beberapa sekolah beberapa daftar pertanyaan telah saya siapkan, yang penting ngga beda jauh dengan konsep pembelajaran di Ibnu Rusyd, sekolah yang saya bangun beserta teman-teman di BSD.
‘apakah ada free trial untuk cara pengajarannya?’
klo ‘iya’ saya langsung masukkan ke dalam list sekolah baik karena saya bisa lihat dulu nanti yang diajarkan apa.
‘apakah belajarnya hanya duduk di kelas?’
klo ‘iya’ langsung saya coret
‘apakah di play group diajar tul menul dan calistung dengan duduk di kelas?’
klo ‘iya’ tidak masuk daftar saya..
‘apakah belajarnya fun dan banyak bermain?’
klo’ iya’ masuklah sekolah ini ke dalam sekolah pilihan saya
dan masih banyak daftar lain termasuk bagaimana gurunya, bagaimana konsep belajar dan kurikulumnya…
ada salah satu sekolah yang saat itu favorit banget termasuk daftar yang saya coret, suami saya melihat ulah saya hanya senyum -senyum saja tanpa komentar karena sebelumnya kita sudah sepakat untuk mencari sekolah yang ramah otak, dan tetap setia menemani hunting cari sekolah tiap Sabtu, hingga akhirnya dapatlah sekolah yang tempatnya ngga begitu bagus, dan lokasinya pun di komplek perumahan yang jalannya hanya cukup parkir satu mobil, sekolah inilah yang saya pilih…dan alhamdulillah saya ngga salah pilih, hingga tahun kemarin saya bisa buka sekolah sendiri di rumah.
Saya ceritakan pengalaman saya ini kepada seorang teman, rupanya dia beda konsep dengan saya….karena menurut dia sekolah yang bagus adalah yang kurikulumnya full sampai sore sehingga anak-anaknya pulang sekolah dia pun sudah pulang kerumah sehingga tidak ada waktu bermain buat anaknya, menurut teman saya ini bermain hanyalah menghabiskan waktu saja dan tidak bermanfaat.
Sama persis dengan komentar salah seorang wali murid yang protes ke saya karena anaknya yang sekolah di tempat saya selalu cerita kalo di sekolah selalu main ini dan itu…‘ asyik deh Ma…tadi kita bikin mainan badut dan menanam pohon’…katanya menirukan anaknya.
Begitu gelisah orang tua ini, mengkhawatirkan anaknya jika masuk SD tahun depan belum bisa baca tulis.
Saya balik bertanya, Ibu…apakah Ibu ingin anaknya bisa baca tulis atau suka membaca tulis? InsyaAlloh di sekolah kita anak akan diajarkan supaya cinta baca tulis bukan sekedar bisa baca tulis saja….
Spontan protes dia…loh apa bedanya….??!!
Ya jelas beda Bu…klo bisa baca tulis dia hanya ‘BISA’ tidak akan mencintai membaca…namun jika anak Ibu suka baca tulis, tanpa Ibu suruh pun anak Ibu akan belajar sendiri karena dia mencintai membaca dan menulis…dan perlu Ibu ketahui belajar itu tidak harus selalu dengan baca tulis duduk manis di kelas, sambil bermain pun kita ajarkan anak untuk belajar baca tulis….misalnya saat anak Ibu membuat boneka badut, di sela-sela itu kita menunjukkan bahwa badut itu diawali dengan huruf ‘B’ sehingga anak mulai kenal huruf, menanam pohon pun begitu, saat kecambah sudah mulai tumbuh daun akan kita ajak anak menghitung jumlah daunnya, disinilah anak diajar berhitung, tak hanya itu anak dikenalkan juga proses pertumbuhan dari biji menjadi tanaman, pohon, berbunga dan berbuah, dan anak diajarkan mengenal Al-Kholiq yang maha menciptakan makhluk di bumi ini termasuk tanaman.
Sambil setengah ragu-ragu Ibu tersebut bilang ” ya mudah-mudahan saja saya nggak salah pilih Bu…”
Demikianlah gambaran pandangan orangtua terhadap pendidikan anak, mungkin kita seringkali lupa, bahwa belajar itu tidak harus di sekolah, bahkan saat ini banyak sekali yang mulai menerapkan konsep belajar di rumah atau home schooling. Kita lupa bahwa bermain juga termasuk proses belajar, lalu kenapa kita melarang anak kita bermain?
Sewaktu masih bayi anak kita ngga bisa berjalan…tapi akhirnya sekarang bisa berlari karena belajar sambil bermain, tidak pernah ada pelajaran khusus bagaimana harus berdiri, berjalan dan berlari, semua itu berproses.
Proses yang alami InsyaAlloh akan menghasilkan hasil yang maksimal dibandingkan dengan proses yang instan. Instan artinya anak langsung dipaksakan sedangkan otaknya belum siap untuk menerimanya.
Masa kanak-kanak adalah masa emas, otak mereka berkembang sangat pesan, sehingga selayaknyalah jika kita para orang tua memperhatikan hal tersebut. Jangan sampai kreatifitas anak – anak kita mati, hanya karena pendidikan yang statis, misalnya berpacu pada salah satu buku wajib, tidak mengikuti perkembangan dan kebutuhan anak, terbatas pada ruang dan juga pendidikan jasmani saja tanpa memperhatikan aspek rohani.
Saya sebutkan proses instan seperti contohnya dalam 2 bulan pertama anak harus sudah bisa membaca dan menulis, sehingga diberilah anak buku wajib yang harus selesai dalam 2 bulan tersebut. Pasti akan berbeda hasilnya jika dalam dua bulan pertama anak ditanamkan rasa cinta menulis…kenapa kita harus bisa menulis, kenapa kita harus bisa membaca…dengan penjelasan yang santun dan sesuai dengan usia anak, sedangkan pembelajaran baca tulis diajarkan perlahan-lahan dengan berbagai permainan menyenangkan.
Ayah atau Bunda bisa mencobanya sendiri di rumah terhadap anak-anak Bunda, coba paksakan satu hal pembelajaran terhadap anak dan bandingkan hasilnya dengan mengajarkan hal lain namun berproses yang menyenangkan, lalu amati hasilnya.
Bahkan beberapa waktu lalu saat saya bertemu dengan seorang psikolog anak beliau pun mengatakan bahwa dari hasil penelitianpun dibuktikan bahwa anak-anak yang belajarnya terlalu dipaksa dengan target-target tertentu di masa kecil di masa remajanya sudah mulai jenuh dan tidak berkembang lagi.
Silakan direnungkan kembali mau pilih yang mana, karena buah hati adalah amanah Ilahi buat kita semua.
Add comment September 27, 2007
Tertipu???? Ngga masalah…!
Saat ini saya lagi ngikutin TDA Conference sambil nulis….kata-kata pemateri Pak Edy Aji …mengingatkan pengalaman saya beberapa hari yang lalu…’tertipu’
Baru kemarin saya mengalami hal yang kurang mengenakkan…ya bisa disebut tertipu walaupun tidak secara materi…memang kebiasaan saya yang sering terlalu percaya sama teman, apalagi sudah teman dekat. Bagi saya share dan saling tukar pikiran adalah biasa…sehingga saya mempercayakan sebuah proyek kepada teman saya ini…Saya pikir amanah akan ditunaikan dengan baik karena saya sudah berkawan lama dan layaknya seoarang sahabat dan saya yakin dia bisa handle saat saya lagi banyak kesibukan di kantor. Kemarin saya mencoba cek kepastian jalannya proyek, karena segala persiapan untuk kebutuhan ini sudah saya siapkan, termasuk penyiapan SDM. Namun jawaban yang saya terima sunggu mengejutkan…ternyata proyek tersebut 100% diambil alih teman saya ini tanpa pengetahuan saya…dan saya pun seperti tercampakkan, lumayan..dalam 2 jam sempet agak kalut…tapi akhirnya saya berfikir jernih…untuk apa saya pikirkan yang sudah hilang…lebih baik saya pikir proyek lain yang masih terbentang banyak. Mungkin ini bukan rejeki saya…
Dalam berbisnis ngga semua berbuat jujur dan mengikuti etika yang sebenarnya ada tapi tak tertulis….itulah dunia bisnis…tapi saya rasa nggak hanya dalam dunia bisnis….dalam kehidupan sehari-hari pun sama saja…kalo mau ngga jujur ngga perlu harus bisnis dulu…Itulah kehidupan, ada hitam ada putih, ada lurus ada bengkok…jadi klo tertipu itu sudah wajar…
Justru karena tertipu kita bisa belajar banyak….bisa koreksi diri dan banyak hikmah lain…misalnya ide kita tercuri…berarti kita mesti kaya ide lagi…
Dan saya sangat percaya dan yakin…kalo kita mendapatkan sesuatu dari yang baik pasti hasilnya akan baik juga…dalam kehidupan ini berlaku hukum timbal balik…siapa menabur dia akan menuai…itu prinsip yang setidaknya melegakan hati saya saat saya mengalami hal yang tidak mengenakkan akibat kecurangan seseorang…
So…keep in faith…ngga usah ragu….walopun pernah tertipu…tetep faithfull dan menjadi yang terbaik…
3 comments September 11, 2007
Langkah hari ini pengaruhi masa depan
“Mo mulai apa ngga ya?”
” Hmm…masih deg-degan nih….takut gagal”
” Pengin sih…cuman masih takut”
“Aduh…ngga ngerti nih mo mulai dari mana?
Demikian banyak komentar para Bunda yang mau mulai usaha…sebenarnya simple aja kok…ngga usah bingung mo mulai apa ngga. Kalo saya yang ditanya saya akan langsung bilang “just do it” ajalah…ngga usah dipikirin…klo mikir terus malah ngga akan mulai…
“Trus kalo gagal gimana?” Hmm…ngga usah takut gagal…dulu waktu masih kecil kita juga jatuh bangun saat belajar mulai berjalan…dan anehnya kita selalu mengulang dan mengulang….justru klo ga mengulang malah sampai skr ngga akan bisa jalan..bener ngga? So..klo mau bisnis ya ngga usah ragu…ngga usah dipikirin terus..ngga usah banyak pertimbangan….
Yang perlu kita ingat justru masa depan ditentukan langkah kita hari ini…kalo kita melangkah hari ini…mungkin dua atau tiga tahun lagi kita sudah banyak pembelajaran dan sudah berhasil…tapi klo ngga mulai…mau berhasil dr mana? Kesuksesan ngga hanya diawali dari sekali memulai tapi bisa jadi dari beberapa kegagalan akan berbuah kesuksesan besar. Ibarat pepatah tak kenal maka tak sayang…bisnis pun begitu…klo ga mulai ya ngga akan menyayangi….
Lebih baik kita mulai dan gagal dari pada tidak sama sekali.
So….yuk kita mulai aja….ngga usah ragu-ragu….kalopun gagal insyaAlloh ikhtiar kita sudah dicatat oleh Alloh….bukankah setiap amalan dicatat tergantung niatnya?
Gagal???? Siapa takut !!!
Kita mesti ingat langkah kita hari ini menentukan masa depan kita.
1 comment August 13, 2007
Sang Guru….
Guru adalah profesi yang menurut saya sangat mulia…tanggung jawabnya mulai dunia sampai akhirat….Walopun konon di negeri ini gaji guru tidaklah besar apalagi guru honorer….
Alhamdulillah akhir-akhir ini berita gembira bagi para guru…karena gaji mereka yang ditingkatkan menjadi besar..
Guru dalam bahasa Jawa artinya seorang panutan..”digugu lan ditiru”….kata-kata inilah yang sampai saat ini membuat saya kagum dan salut pada seorang guru…yang menurut saya itu adalah amanah yang sangat besar…bahkan sempat saya sendiri bercita-cita menjadi seorang guru, sebagaimana kedua Om saya yang berprofesi menjadi guru.
Kalo kita melongok ke pinggiran Jakarta..masih banyak kita temui guru yang hidupnya begitu sederhana…sangat bersahaja dan bahkan jauh dari cukup…mereka itu adalah para guru honorer.
Sehingga ngga jarang seorang guru juga memiliki profesi ganda…misalnya tukang ojek…pedagang..atau bisnis lainnya…
Usaha mereka pun banyak yang berhasil..banyak juga yang gagal…ada sang kepala sekolah yang sukses dengan usahanya sehingga sedikit melupakan proses pembelajaran di sekolah…ada guru yang sudah banting tulang tapi nasibnya blom berubah. Kondisi seperti ini rupanya bisa memicu sensitifitas da kepekaan sang guru…
Kisah nyata yang saya tulis disini adalah kejadian yang saya alami pribadi….tiga tahun yang lalu sejak kepindahan saya ke Tangerang saya berkenalan dengan “sang guru”…. Kenalnya pun ngga sengaja…. kebetulan ketemu di mesjid sangat pengajian, ngobrol-ngobrol rupanya Ibu ini berprofesi sebagai guru honorer di sebuah sekolah dasar, suaminya pun begitu..tapi sang suami merangkap sebagai ustad dan lebih sering di jakarta ketimbang di tangerang. Awal perkenalan saya sudah mendapatkan banyak masukan dari teman-teman dekat supaya berhati-hati dengan ”sang guru” ini. Namun bagi saya bukan masalah, tak kenal maka tak sayang….saya berusaha selalu berprasangka baik dengan beliau. Singkat cerita keluarga kami dekat…saya memberikan peluang usaha pada sang guru…bahkan suami pun berguru pada pak ustad…dan niatan dakwah pun berlanjut akhirnya kami mengajak para tetangga untuk dapat membentuk kelompok pengajian dengan Pak Ustad sebagai guru…dan semuanya berjalan normal.
Seiring perjalanan waktu….sang guru pun memasukkan anaknya ke dalam sekolah yang kami kelola…dan suatu hari ada adegan yang lagi marak saat ini “smack down” di sekolah…pelakunya adalah putri sang guru ini…pihak sekolah berupaya memperbaiki namun setelah kejadian berulang pihak sekolah terpaksa memanggil dan memberitahukan hal ini pada sang guru…
Kejadian berlangsung tanpa masalah….namun rupanya buntut kejadian ini panjang…bukan kepada pihak sekolah…tapi kepada saya dan suami selaku pemilik yayasan….
Rupanya sang guru begiti sensitif…dan diluar dugaan saya semua silaturrahim dan hubungan baik selama ini diputuskan begitu saja…termasuk pak ustad yang tidak mau lagi mengajar kelompok pengajian.
Semalem saya berniat baik…bersilaturrahim ke rumah sang guru….namun niat baik saya tidak mendapatkan sambutan baik…Ya memang klo kita berbuat baik ga harus dapet balasan dari manusia…konon klo masih berharap pada manusia namanya ga ikhlas….
Tapi kejadian ini sungguh aneh…justru permohonan maaf kami dan team guru ke rumah beliau disalah artikan…kami hanya datang untuk mengklarifikasi sebuah masalah yang selama ini membuat sang guru tersinggung…yaitu dipanggilnya sang guru dan dikomunikasikannya tentang permainan smack down yang dilakukan putrinya…..sedih sekali rasanya…
Kami pulang dengan sedikit kecewa….namun itu bukan halangan bagi kami untuk tetap beristiqomah dalam kebaikan…InsyaAlloh masih banyak tantangan yang lebih berat lagi yang akan kami hadapi untuk mewujudkan pendidikan karakter bagi anak-anak Indonesia….masih diperlukan perjuangan keras kami….
Kami hanya berdoa…mudah-mudahan sang guru sadar sikapnya yang salah paham…mudah-mudahan sang guru tahu bahwa dia juga manusia yang bisa salah mendidik anaknya….mudah-mudahan dia sadar setiap manusia punya salah dan khilaf…kami hanya berdoa semoga sang guru sadar dan tidak memutuskan tali silaturrahim….
Ya Alloh…kami bukan manusia sempurna…kami bersandar padaMu atas apa yang terjadi pada kami…kami sandarkan beban kami padaMu….
Wahai Yang Maha Penyayang….bimbing kami untuk mampu menyayangi anak didik kami dan menjadikan mereka putra putri yang berkarakter…tegar menghadapi masalah dan kuat dalam segala ujianMu…
*maafkan kami sang guru…*
Add comment August 7, 2007
| Previous Posts |