Cinta bukan berarti memberi segalanya…

July 24, 2007 listysan

Malam jumat minggu ketiga adalah giliran saya memimpin kajian Ibu-Ibu di komplek. Hari itu seperti biasa Icha mau ikut, dan sebelum berangkat pun terjadi kesepakatan bahwa Icha akan mengikuti saya dan tidak rewel termasuk tidak jajan makanan yang tidak sehat, saya dan Icha sudah menyetujui dan kami berangkat. Saya tahu godaan bagi Icha akan sangat berat di tempat pengajian nanti, teman-teman seusianya yang sering berlari-larian saat Ibu-Ibu membaca Al Qur’an, sedangkan Icha harus belajar mengikuti saya, dan juga jajanan ber aneka ragam yang mengandung MSG yang mereka bawa…sedangkan Icha cukup berbekal buah potong dan susu kotak yang sudah saya siapkan. Saya sangat paham pasti ada keinginan dalam hati anak saya untuk mengikuti teman-temannya….dan juga turut makan jajanan yang tidak sehat itu. Namun saya punya pendirian, bahwa disiplin harus saya tegakkan, satu kali saya melanggar kesepakatan, maka anak saya tidak akan percaya lagi kepada saya.

Alhamdulillah semua berjalan lancar sampai acara selesai, dan Icha pun memenuhi kesepakatan. Tapiiii……acara sudah selesai dan suami belum ngejemput….saya dan Icha nunggu di luar rumah, karena ga enak sudah pamitan, kebetulan banget sekalian say hello sama Ibu-ibu yang lain, karena sudah sebulan kemarin absen…seorang Ibu yang rumahnya tidak jauh kebetulan menyapa dan menawarkan mampir untuk membeli jajanan di rumahnya…he he he konon Ibu ini berjualan berbagai macam makanan…yang beberapa mengandung pengawet dan MSG. Mulailah Ichaku sayang berbisik…”bunda…Icha pengin Taro…tolong belikan ya….” Karena dia berbisik saya juga ganti membisikkan di kupingnya…” Icha…bukankah Taro makanan tidak sehat?”…Icha pun mengiyakan sambil senyum….lega rasanya…anak saya ngerti dengan konsep makanan tidak sehat. Saya berharap suami segera datang supaya anak saya tidak tersiksa dengan keinginannya terhadap “Taro”. Eh…malah si Ibu menawarkan….” ayo icha mau apa….mie kremes…taro….atau yang lain…” Hiks….gubrak deh…Icha pun tergoda lagi….dan mulai merengek….si Ibu kembali beraksi…” udah Bu ambil aja dulu klo ga abawa uang besok juga gpp….” Waks…ini bukan masalah bawa uang atau tidak…saya sih bawa klo uang buat beli Taro…tapi komitmen saya dalam mendidik anak….

Tepat pas suami datang menjemput Icha pun makin merengek dan nangis…beberapa Ibu yang masih disitu mulai menyalahkan saya dan saya mendengarnya…berbagai kata terlontar…”tega amat ya bu sulis….anaknya sampe mo nangis gitu…” ada yang bilang…. “ya ampun…minta Taro aja ga dikasih..pelit amat…” Saya cuek aja dan berpamitan…

Saya gendong Icha yang masih merengek masuk mobil…di dalam mobil malah jadi nangis…tapi saya minta suami terus jalan pulang….sampe di rumah dia diam dan ganti saya katakan sesuatu…”Icha sayang….Bunda sangat sayang dan mencintai Icha…Bunda tahu Icha kepengin Taro…tapi bukankah Icha sudah tahu kalo Taro makanan tidak sehat..?”…Sambil terisak dia jawab….”Iya Bunda…Icha tahu..tapi temen-temen Icha pada beli semua…jadinya aku pengin” Kembali saya hibur…”mungkin temen-temen Icha belum tahu klo Taro itu ngga sehat…. jadi mereka pada makan”….Masih Icha Icha menangis namun kali ini dia memeluk saya …lalu dia minta dibikinin jeruk baby peras kesukaannya…selesai minum saya melihat masih ada kesedihan terpancar dimukanya… Saya bawa Icha ketempat tidur dan saya bacakan buku cerita…Kali ini dia mulai asyik memperhatikan cerita dan mulai tersenyum…kesedihannya sudah hilang…kami bercanda-canda membahas cerita tersebut…akhirnya dia pun mulai mengantuk..berdoa dan bobo…

Saya cium kening Icha…saya ucapkan doa dan kata-kata cinta…

Entry Filed under: kids education

2 Comments Add your own

  • 1. nikenike  |  August 20, 2007 at 1:23 pm

    emmm jadi inget, dulu mamaku over banget ketika gak ngebolehin aku beli gula-gula yang merah besar sampek aku ngiler banget kalo temenku beli dan liat di tv ada yang beli. Jadinya pas SMA, aku balas dendam .. enak ni bisa icip2😉.

    Na, model mendidik yang over-protected begini apa gak bikin anak jadi suka pengen ‘balas dendam’ ?

  • 2. listysan  |  August 24, 2007 at 2:48 am

    Mbak Nike…
    INi bukan soal over protective atau nggak…tapi soal komitmen… justru klo kita melanggar maka anak ngga akan percaya lagi sama kita…karena kita sudah terlanjur komitmen maka harus dijalankan…kalo anak dikasih pengertian insyaAlloh ngga akan dendam pada kita…justru sebaliknya…jika kita langgar maka dia akan menilai kita main-main dengan komitmen kita…contoh klo kita ajak anak ke mall…dari rumah kita sudah janji pada anak untuk tidak membeli mainan yg sudah ada di rumah…tapi tiba2 anak minta…apa yg kita lakukan? sering kali kita akan memberinya dengan dalih malu kalo anak nangis…namun sebenarnya itu tindakan yg kurang tepat…karena anak akan belajar….”alah paling bunda janji2 doang..buktinya pas aku minta dikasih..lain kali aku akan nangis untuk minta sesuatu pasti bunda akan melanggar janjinya…” nah itu akan terulang dan menjadi kebiasaan anak.
    Saat Mba Nike mendendam mungkin waktu kecil tidak dijelaskan kenapa mbak ngga boleh makan gula-gula….ortunya hanya bilang “jangan…” sehingga saat mb lepas dr kontrol orang tua mba balas dendam karena yg dipikiran mba nike hanya sebuah larangan…tapi lain halnya jika mba Nike tahu alasan orang tua knp melarang makan gula-gula…dan mbak memahaminya tentu tidak akan dendam. Demikian Mba…maaf klo salah menanggapinya…:)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

July 2007
M T W T F S S
    Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: