Sang Guru….

August 7, 2007 listysan

Guru adalah profesi yang menurut saya sangat mulia…tanggung jawabnya mulai dunia sampai akhirat….Walopun konon di negeri ini gaji guru tidaklah besar apalagi guru honorer….
Alhamdulillah akhir-akhir ini berita gembira bagi para guru…karena gaji mereka yang ditingkatkan menjadi besar..

Guru dalam bahasa Jawa artinya seorang panutan..”digugu lan ditiru”….kata-kata inilah yang sampai saat ini membuat saya kagum dan salut pada seorang guru…yang menurut saya itu adalah amanah yang sangat besar…bahkan sempat saya sendiri bercita-cita menjadi seorang guru, sebagaimana kedua Om saya yang berprofesi menjadi guru.

Kalo kita melongok ke pinggiran Jakarta..masih banyak kita temui guru yang hidupnya begitu sederhana…sangat bersahaja dan bahkan jauh dari cukup…mereka itu adalah para guru honorer.
Sehingga ngga jarang seorang guru juga memiliki profesi ganda…misalnya tukang ojek…pedagang..atau bisnis lainnya…
Usaha mereka pun banyak yang berhasil..banyak juga yang gagal…ada sang kepala sekolah yang sukses dengan usahanya sehingga sedikit melupakan proses pembelajaran di sekolah…ada guru yang sudah banting tulang tapi nasibnya blom berubah. Kondisi seperti ini rupanya bisa memicu sensitifitas da kepekaan sang guru…
Kisah nyata yang saya tulis disini adalah kejadian yang saya alami pribadi….tiga tahun yang lalu sejak kepindahan saya ke Tangerang saya berkenalan dengan “sang guru”…. Kenalnya pun ngga sengaja…. kebetulan ketemu di mesjid sangat pengajian, ngobrol-ngobrol rupanya Ibu ini berprofesi sebagai guru honorer di sebuah sekolah dasar, suaminya pun begitu..tapi sang suami merangkap sebagai ustad dan lebih sering di jakarta ketimbang di tangerang. Awal perkenalan saya sudah mendapatkan banyak masukan dari teman-teman dekat supaya berhati-hati dengan “sang guru” ini. Namun bagi saya bukan masalah, tak kenal maka tak sayang….saya berusaha selalu berprasangka baik dengan beliau. Singkat cerita keluarga kami dekat…saya memberikan peluang usaha pada sang guru…bahkan suami pun berguru pada pak ustad…dan niatan dakwah pun berlanjut akhirnya kami mengajak para tetangga untuk dapat membentuk kelompok pengajian dengan Pak Ustad sebagai guru…dan semuanya berjalan normal.

Seiring perjalanan waktu….sang guru pun memasukkan anaknya ke dalam sekolah yang kami kelola…dan suatu hari ada adegan yang lagi marak saat ini “smack down” di sekolah…pelakunya adalah putri sang guru ini…pihak sekolah berupaya memperbaiki namun setelah kejadian berulang pihak sekolah terpaksa memanggil dan memberitahukan hal ini pada sang guru…
Kejadian berlangsung tanpa masalah….namun rupanya buntut kejadian ini panjang…bukan kepada pihak sekolah…tapi kepada saya dan suami selaku pemilik yayasan….
Rupanya sang guru begiti sensitif…dan diluar dugaan saya semua silaturrahim dan hubungan baik selama ini diputuskan begitu saja…termasuk pak ustad yang tidak mau lagi mengajar kelompok pengajian.
Semalem saya berniat baik…bersilaturrahim ke rumah sang guru….namun niat baik saya tidak mendapatkan sambutan baik…Ya memang klo kita berbuat baik ga harus dapet balasan dari manusia…konon klo masih berharap pada manusia namanya ga ikhlas….
Tapi kejadian ini sungguh aneh…justru permohonan maaf kami dan team guru ke rumah beliau disalah artikan…kami hanya datang untuk mengklarifikasi sebuah masalah yang selama ini membuat sang guru tersinggung…yaitu dipanggilnya sang guru dan dikomunikasikannya tentang permainan smack down yang dilakukan putrinya…..sedih sekali rasanya…

Kami pulang dengan sedikit kecewa….namun itu bukan halangan bagi kami untuk tetap beristiqomah dalam kebaikan…InsyaAlloh masih banyak tantangan yang lebih berat lagi yang akan kami hadapi untuk mewujudkan pendidikan karakter bagi anak-anak Indonesia….masih diperlukan perjuangan keras kami….
Kami hanya berdoa…mudah-mudahan sang guru sadar sikapnya yang salah paham…mudah-mudahan sang guru tahu bahwa dia juga manusia yang bisa salah mendidik anaknya….mudah-mudahan dia sadar setiap manusia punya salah dan khilaf…kami hanya berdoa semoga sang guru sadar dan tidak memutuskan tali silaturrahim….

Ya Alloh…kami bukan manusia sempurna…kami bersandar padaMu atas apa yang terjadi pada kami…kami sandarkan beban kami padaMu….
Wahai Yang Maha Penyayang….bimbing kami untuk mampu menyayangi anak didik kami dan menjadikan mereka putra putri yang berkarakter…tegar menghadapi masalah dan kuat dalam segala ujianMu…

*maafkan kami sang guru…*
 

Entry Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

August 2007
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: