Cita-cita Mengubah Negeri

November 6, 2007 listysan

Ditengah banyaknya bencana di negeri ini dan gejolak politik yang tak menentu banyak bermunculan figur-figur yang ingin menonjolkan diri, ingin tampil dan dipandang masyarakat dengan tendensi tertentu, apakah ingin memenangkan pilkada, pemilu atau berbagai tendensi lainnya. Coba kalau kita amati, masing-masing calon gubernur, mereka pasti punya janji ingin merubah ini dan itu, memberantas kemiskinan, menghapus korupsi, dan janji-janji perubahan lainnya.
Usai pilihan gubernur banyak rakyat yang menunggu realisasi dari janji-janji perubahan itu, namun apakah semua janji itu akan terpenuhi?

Kebanyakan dari kita punya cita-cita yang sangat mulia, punya keinginan merubah kampungnya, merubah kabupatennya dan bahkan ingin merubah negeri tercinta ini menjadi lebih baik.
Namun sangat sayang jika cita-cita mulia itu  hanya sekedar menjadi cita-cita, karena kita terlalu sibuk berfikir bagaimana mengubah orang lain, tapi kita lupa untuk mengubah diri sendiri. Coba kita bayangkan seseorang yang bercita-cita mulia ingin merubah keadaan negeri ini, dia terlalu sibuk memikirkan cara perubahan yang tepat, yang bisa dilakukan oleh semua rakyat negeri ini, namun karena kesibukan itu dia sendiri lupa terhadap dirinya, sehingga untuk mewujudkan rencananya itu dia terlibat korupsi, dan karena kesibukannya itu pula dia lupa memperhatikan keluarganya sehingga anak-anaknya pun terlibat pergaulan bebas dan narkoba. Naudzubillah…
Dan hasil akhir dari cita-citanya adalah NOL besar…

Dari manakah sesungguhnya datangnya perubahan itu?
Alloh SWT berfirman dalam Al-Qur’an :
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri“. (Al-Qur’an, Surat Ar-Ra’d: 11)

Teringat kata-kata dari Aa Gym, 3M -mulai dari diri sendiri-mulai, mulai dari hal yang kecil dan mulai saat ini.

Sadarkah tangan ini terlalu kecil untuk dapat merubah negeri yang penduduknya ratusan juta? Sadarkah ratusan juta itu memiliki pemikiran yang berbeda dengan kita? Mungkin kita sering lupa dengan itu semua, sehingga kita punya cita-cita yang angat mulia.
Saya tidak menyalahkan pemimpin atau calon pemimpin yang punya cita-cita mulia, justru memang harus punya cita-cita mulia. Karena pemimpin akan menjadi teladan dan panutan bagi seluruh rakyat

Namun…sedikit yang ingin saya coba sampaikan…Untuk apa ingin merubah negeri jika diri sendiri tidak dirubah? Logikanya sangat sederhana, bukankah salah satu metode pendidikan adalah dengan keteladanan, jika diri kita berubah InsyaAlloh orang lain akan melihat kita dan mengikuti kita, paling tidak anak-anak kita, keluarga kita akan mengikuti apa yang kita lakukan.
Rosul bisa menjadi pemimpin yang luar biasa karena keteladanan beliau, beliau tidak meminta orang lain mengikuti apa yang tidak beliau lakukan.
Lalu kenapa kita tidak memulai dari diri kita sendiri? Menjadi diri yang terbaik, menjadi teladan bagi buah hati kita, bagi keluarga kita….Jika setiap bunda…setiap ayah…melakukan yang terbaik dan menjadi teladan baik bagi putra putrinya, tanpa kita rubah pun InsyaAlloh potret negeri ini akan berubah.
Amin

Entry Filed under: General

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

November 2007
M T W T F S S
« Oct   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: