Sekedar Khayalan

February 18, 2008 listysan

Sudah hampir enam bulan ini pindah tempat tidur di kamar atas….namun baru kali ini aku merasakan ternyata tidur di lantai siang atas begitu nikmat…Ya begitulah hidup…kadang jauh-jauh mencari kebahagiaan, ketenangan yang sebenarnya sudah ada…Mungkin karena diri ini kurang bersyukur….ya Robb….ampuni aku…
Indahnya nyanyian burung-burung yang berhinggapan di pagar depan rumah juga karena suasana yang ternyata memang begitu tenang…pucuk-pucuk euphorbia yang memekarkan warna merah dan putih begitu indah walaupun tak sebanyak tatkala musim kemarau….dengan membuka jendela aku bisa melihat sawah yang hijau membentang….dan juga anak-anak yang bermain berkejar-kejaran…mengingatkanku pada masa kecil, masa aku suka belepotan lumpur di sawah atau sekedar ikut paman ke sungai memandikan kerbau….sungguh tak terlupakan. Walaupun kini aku sudah punya anak kecil namun anakku sudah sangat sulit mendapatkan suasana kampung yang asri seperti dulu….
Akupun  mulai berkhayal…jauh pergi ke suasana itu telah berlalu puluhan tahun…namun masih menyisakan kenangan-kenangan yang cukup manis, walaupun sekarang ini tak lagi kujumpai tatkala aku pulang kampung pun….kerbau-kerbau ternak pamanku telah ditukar dengan kendaraan roda empat, sawahnya pun sudah tidak seluas dulu lagi karena sebagian sudah ditukar dengan usaha konveksi…
Hidup di kampung yang dulu serba damai pun sekarang sudah berbeda, desa yang gemah ripah loh jinawi itu telah berubah, tak lagi seperti dulu, banyak sawah yang telah disulap menjadi pabrik-pabrik rokok, pabrik mie dan pabrik-pabrik lain yang menyerap tenaga kerja murah karena putus sekolah. Dulu hanya dengan seperempat hektar tanah para petani di desaku banyak yang mampu menyekolahkan anaknya minimal sampai SMA atau bahkan tak sedikit yang bisa sampai perguruan tinggi… Namun sangat sayang para alumni perguruan tinggi dari kampungku hampir semua tidak kembali ke daerah…banyak yang mencari hidup di Ibukota dan sekitarnya, termasuk diriku…sehingga yang tertinggal di kampung hanya mereka yang nota bene pendidikannya tidak terlalu tinggi…sehingga mereka menjadi buruh harian di pabrik-pabrik rokok dan mie.
Tak jarang pula tenaga ini banyak di ekspor ke Malaysia atau Saudi Arabia sebagai TKW…sehingga saat aku pulang kampung untuk mencari asisten tak juga kutemukan.
Tiba-tiba aku kangen…kangen pada suasana waku itu….Andai saja…aku bisa menemukan suasana seperti itu…atau menciptakan perkampungan mini sebagai replika…agar anak-anak jaman bisa menikmati suasana kampung…nggak perlu jauh-jauh ke Bogor atau ke Bandung. 

Khayalanku pun terbang…jauh dan makin jauh….andaikan….ada investor yang mau membiayai membuat replika itu….betapa bahagianya…aku pun bisa berkunjung ke kampung replika itu setiap saat…nggak perlu jauh-jauh…
Khayalanku terhenti karena tiba-tiba hujan deras mengucur lagi….dan aku harus menutup jendela kamar karena angin dingit mulai menusuk ke dalam tulang-tulangku….Namun sampai disitu aku masih berkhayal….ada ngga ya investor yang mau?

Entry Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

February 2008
M T W T F S S
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: